Bom Surabaya

BPJS Ketenagakerjaan Santuni Korban Bom Surabaya

Denny Iswanto

Image
Korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela yang terjadi pada Minggu (13/5). | AKURAT.CO/Adi Suprayitno

AKURAT.CO, BPJS Ketenagakerjaan memberi santunan kepada korban bom di sejumlah tempat di Surabaya, khususnya korban yang menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (20/5), mengunjungi sejumlah korban, menyampaikan empatinya dan memberi semangat kepada korban dan keluarga.

Rangkaian tragedi bom di Surabaya pada Ahad (13/05) yang terjadi di tiga lokasi gereja di Surabaya, rumah susun di Sidoarjo, dan Mapolresta Surabaya telah memakan korban jiwa dan luka-luka serta pula menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban.

Krishna mengunjungi langsung korban ledakan yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Yesaya Bayang (40/L), seorang security yang sedang bertugas mengamankan jalannya misa pagi di GKI Diponegoro, Surabaya menjadi salah satu korban selamat dalam peristiwa ini. Dia mencegah seorang perempuan, yang belakangan diketahui membawa bom, dengan membawa dua orang anak masuk ke pekarangan gereja.

Naas bagi Yesaya, sebuah tas yang dijinjing perempuan tersebut meledak persis ketika dirinya berada sangat dekat dengan pelaku.

Dia segera dilarikan oleh rekannya ke RS William Both, lalu dipindahkan ke RSAL Dr Ramelan karena kondisi yang cukup parah sehingga membutuhkan perawatan yang lebih intensif lagi.

Tindakan pun segera diambil oleh tim medis dengan mengangkat material bom di paha kanan dan tangan kanan serta pembersihan luka dan jahit di area muka dan telinga.

Di hari yang sama, di Gereja Pantekosta terjadi pula ledakan yang berasal dari sebuah mobil yang merangsek masuk kedalam pekarangan gereja. Siti Mukarimah (25/P), seorang perawat RS William Both yang baru menyelesaikan shift malamnya hendak kembali ke rumah, diperjalanan kembali ke rumah, terjebak berada persis di belakang mobil yang digunakan untuk meledakkan bom.

Seketika Siti tersungkur dari sepeda motornya. Pada saat kejadian, Siti sedang hamil lima bulan dan nyaris kehilangan nyawa dan janinnya.

BPJS Ketenagakerjaan melayani cepat keduanya. Keprihatinan dan dukungan moril terhadap korban yang sedang dalam perawatan disampaikan langsung oleh Krishna yang menyambangi rumah sakit tempat Yesaya dan Siti dirawat.