BNI Serap Gabah Petani Garut Bersama Menteri Rini

Atikah Umiyani

Image
Pekerja menjemur gabah di tempat pengeringan gabah kawasan Kebak Kramat, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (7/2). Kementerian Pertanian membentuk tim serap gabah (Sergap) untuk mencegah kerugian petani selama musim panen raya dengan target serapan gabah 4,4 juta ton gabah atau setara 2,2 juta ton beras hingga Juni 2018. | ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc/18.

AKURAT.CO, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendapatkan mandat untuk melaksanakan program Kewirausahaan Pertanian di Garut, Jawa Barat sejak Oktober 2017 untuk mewujudkan usaha pertanian yang terintegrasi.

Dalam program tersebut , BNI melakukan penguatan kelembagaan baik bagi petani maupun badan usaha yang menaungi petani, antara lain dengan mendorong terbentuknya dua perusahaan, yaitu unit PT Mitra Desa Bersama (MDB) Banyuresmi dan PT MDB Kadungora.

Salah satu wujud dari program tersebut, pada Senin (21/5) dilaksanakan kegiatan Serap Gabah yang dilaksanakan di Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat di lahan seluas 6.500 meter persegi (m2).

baca juga:

WEGE Telah Bukukan Order Book 70,9 Persen dari Target

Pemerintah Belum Pastikan Merpati Airlines Dapat Beroperasi Lagi

Komunitas Ekonomi Jogja Istimewa Dukung Pembangunan NYIA

Hadir pada acara tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini M Soemarno, didampingi oleh Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto, bersama para direktur utama BUMN lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Rini melakukan Kunjungan Kerja untuk menyaksikan secara langsung pelaksanaan Program Serap Gabah BUMN Berbasis Kartu Tani. Rini menyerahkan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani BNI dan Kartu Tani kepada beberapa petani.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto menyebutkan, jumlah Kartu Tani yang telah disalurkan BNI kepada petani di Kabupaten Garut saat ini mencapai 7.615 kartu. Sebanyak 1.262 petani telah memperoleh pembiayaan KUR BNI senilai Rp8,15 miliar.

Selain itu BNI telah mengakuisisi 326 Agen46 yang didalamnya terdapat 56 agen Kelompok Tani (Poktan) dan 270 agen non Poktan.

Kunjungan Menteri BUMN juga dilakukan di lokasi Mitra Desa Bersama (MDB) Kadungora dan Banyuresmi. Di kedua daerah tersebut terdapat unit-unit bisnis berupa unit toko tani yang menyediakan kebutuhan sarana produksi, unit toko desa yang menjual kebutuhan harian masyarakat.

Selain itu, Rini juga mengunjungi salah satu Agen GSHP (Gerakan Stabiliasi Harga Pangan) yang bernama Lulu Barliani Taufik yang mengelola Toko Lulu, di Kelurahan Muara Sanding, Garut.

Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo menuturkan, Program Serap Gabah di Garut mengutamakan pembelian gabah pada harga pasar untuk para petani yang telah menjadi debitur KUR BNI dan pemegang Kartu Tani BNI.

Program ini juga bekerja sama dengan PT Mitra Desa Bersama dan agen-agen GSHP sebagai Distribution Channel yang bertujuan untuk dapat mengintervensi pasar dan mempersingkat mata rantai yang selama ini berjalan sejak dulu.

"Dulu biasanya melibatkan tengkulak dan penebas. Kini petani akan menerima pendapatan hasil panen lebih besar dan lebih sejahtera. Dengan demikian diharapkan para petani dapat membayar kewajibannya pada BNI tepat waktu," ujar Bambang dalam pernyataan resminya.

Disamping mendukung program serap gabah, Rini juga mengunjungi Mitra Desa Rice Mills yang dikelola oleh MDB Kadungora. Pada unit penggilingan beras ini, BNI memberikan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk Bantuan mesin pengering gabah.

Pada kesempatan yang sama, Rini melakukan silaturahim ke Pondok Pesantren Darul Arqom dan menyaksikan program CSR BNI lainnya untuk memperbaiki Pesantren Utsmaniyah Al Musri yang mengalami musibah kebakaran pada 2017 lalu. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image