Ramadan 1439 H

Produksi Sampah Jakarta Meningkat Selama Ramadan

Yohanes Antonius

Image
Esai, Ancaman Sampah Plastik Jakarta | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Dinas Lingkungan hidup (LKH) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat selama Ramadan jumlah produksi sampah di Ibu Kota melonjak daripada hari biasa.

Kepala dinas LKH Isnawa Adji mengatakan rata-rata tonase sampah sebelum bulan Ramadan terhitung sejak Januari hingga Mei 2018 yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang berjumlah 7.710 ton per hari. 

Namun rata-rata tonase sampah selama bulan Ramadan terhitung mulai 1 hingga 26 Ramadan volume sampah  yang masuk ke TPST Bantargebang meningkat menjadi 7.999 ton per hari. "Artinya terjadi peningkatan tonase sampah sebesar 289 ton/hari atau meningkat 4 persen selama bulan Ramadan," kata Isnawa kepada AKURAT.CO, Rabu (13/6)

baca juga:

BNNP Rekomendasikan Rehabilitas Terhadap Dhawiya Zaida

Benarkah Penderita Skoliosis Tak Bisa Hamil? Begini Penjelasannya

Jadi Ibu Baru, Vicky Shu Ikut Les Memandikan Bayi

Isnawa melanjutkan, peningkatan volume sampah disebabkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dengan meningkatnya konsumsi pada waktu berbuka puasa dan waktu sahur.

Isnawa menuturkan beberapa jenis sampah yang mengalami peningkatan itu sebagian besar berupa sampah rumah tangga, seperti sayur-mayur, buah-buahan, plastik serta pembungkus makanan lainnya. Walaupun ada peningkatan timbunan sampah saat bulan Ramadan, keadaan demikian akan berbalik turun saat pra dan pasca Lebaran (H-6 hingga H+6 Lebaran).

"Mengingat sudah dimulainya cuti bersama dan libur Lebaran. Saat itu banyak warga yang pergi mudik," tutur Isnawa. 

Diperkirkan  puncak tonase penanganan sampah akan terjadi pada H+7, H+8, H+9  dan H+10 Lebaran, dan setelahnya kembali ke rata-rata timbunan normal. Peningkatan tonase tersebut disebabkan sebagian besar warga Jakarta telah kembali dari kampung halamannya masing-masing.

 "Kemudian, tukang gerobak yang sempat mudik juga sudah kembali bertugas, sehingga tumpukan-tumpukan sampah yang sempat tertinggal di tempat sampah rumah tangga mulai dikirim ke tempat penampungan sementara (TPS)," pungkasnya.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image