Masjid Tua Jakarta

FOTO ESAI Masjid Nurul Abrar, Antara Sejarah dan Pusat Hiburan

Sopian

Image
Masjid Nurul Abrar, di Mangga Dua, Jakarta Pusat | AKURAT.CO/Sopian

Kawasan Mangga Besar merupakan daerah perniagaan yang terkenal dengan barang-barang elektroniknya dan juga berbagai macam pusat perbelanjaan.
Namun di kawasan ini terdapat sebuah masjid tua yang terhimpit oleh deretan gedung-gedung bertingkat yang menjadi kawasan tujuan para pecinta belanja.

Masjid ini bernama Nurul Abrar yang berdiri sejak 1841. Nurul Abrar merupakan salah satu tempat bagi umat muslim untuk melakukan salat diantara hiruk pikuk kesibukan di Jalan Mangga Dua Dalam No 17 Mangga Dua, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Dahulu kala, sebelum menjadi masjid seperti saat ini, bahwa Masjid Nurul Abrar adalah bekas bangunan rumah kompeni (penjajah Belanda) yang berhasil ditaklukkan dan direbut oleh Sayyid Abu Bakar bin Sayyid Aluwi Bahsan Jamalulail. Setelah berhasil direbut, bangunan ini diubah menjadi sebuah masjid yang bisa berdiri hingga sekarang.

Lokasi masjid berada di tengah kuburan yang luas dan sudah hancur. Bangunan awal masjid lama merupakan percampuran ornamen struktur Jawa serta Belanda.

Menurut Ph. van Ronkel dalam tuilisannya di tahun 1916, di dalam masjid terdapat sebuah batu yang dapat menyebabkan orang menjadi sakit jika duduk diatasnya.

Mangga Dua pada zaman VOC juga berkembang menjadi kawasan pecinan di Batavia. Terdapat tempat hiburan yang disebut Macao Pho, disini banyak wanita penghibur yang didatangkan dari Macao atau daratan China untuk menghibur para pelaut yang datang melewati Ciliwung dan menghubungkan dengan pelabuhan.

Bangunan tempat ibadah ini sejak berdiri masih menyisakan mimbar dan empat pilar sebagai bagian bangunan aslinya. Untuk ukurannya sendiri pada awalnya tidak seluas seperti yang sekarang ini.

Kolam kecil sedalam 15 meter yang semula digunakan untuk berwuhu, puluhan tahun silam telah ditutup. Pihak pengurus masjid memutuskan sepakat menutupnya karena jamaah mulai melakukan ritual kepercayaan yang mengarah pada kemusyrikan.

Namun secara perlahan telah terjadi renovasi, yakni pada 1986 yang membuat perubahan Masjid Nurul Abrar jadi seluas dan sebagus sekarang ini yang banyak dikunjungi oleh para umat muslim dari berbagai daerah.

Saat ini di Masjid Nurul Abrar banyak dikunjungi tidak hanya sebagai tempat ibadah saja melainkan untuk ziarah pendirinya yaitu Sayyid Abu Bakar bin Sayyid Aluwi Bahsan Jamalulail.

Sayyid Abu Bakar bin Sayyid Aluwi Bahsan Jamalulail sendiri menurut silsilah merupakan keturunan dari Husein bin Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah dari putrinya Fattimah Azzahra.

Menurut cerita yang berkembang, nama Jalan Mangga Dua berasal dari dua buah pohon mangga besar yang terdapat di depan masjid. Karena itu pula, masjid itu selamat dari ancaman penggusuran dan kini dijadikan cagar budaya yang dilindungi oleh Pemprov DKI Jakarta. []

AKURAT.CO/Sopian

terkait

Image
Image
Image
Image

News

Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image