Idul Fitri 2018

Pertamina Kalbar Fokus Lakukan Pemantauan Ketersediaan LPG 'Melon' Usai Lebaran

Sunarimo Darmaji

Image
Pekerja memeriksa tabung gas tiga kg sebelum dilakukan pengisian ulang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (4/1). PT Pertamina (persero) berencana mengeluarkan produk elpiji tiga kilogram nonsubsidi pada Maret 2018. | ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/kye/17

AKURAT.CO, Perseroan Pertamina Wilayah Kalimantan terus melakukan pemantauan terhadap ketersedian stok LPG di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berakhirnya libur Lebaran 2018.

Region Manager Communication and CSR Pertamina Kalimantan, Yudi Nugraha saat di hubungi AKURAT.CO di Balikpapan, Sabtu (23/6) menyatakan, penambahan stok dan pasokan LPG dilakukan, karena ada kenaikan pemakaian LPG sepanjang bulan Ramadhan dan Lebaran.

"Sehingga kami telah melaksanakan serangkaian program antisipasi, diantaranya jaminan ketersediaan stok dan pemantauan lebih intensif di lapangan oleh tim satgas," ujarnya, kepada AKURAT.CO.

baca juga:

Harga Ayam di Sambas Masih Tinggi

Investasi Rp20 M, Pertamina-UNS Sukses Produksi Baterai Lithium

DPR Diminta Panggil Kapolri Terkait Kasus Kantor Polisi Bersama Ketapang-Tiongkok

Untuk di wilayah Kabupaten Landak, Yudi merinci, dari rata-rata pemakaian normal 5.383 tabung elpiji tiga kilogram per hari, Pertamina menambah pasokan tertinggi sebanyak 7.840 tabung pada H-10 dan H+3 Lebaran.

"Dari tren yang terjadi pada tahun sebelumnya, permintaan tertinggi biasanya memang terjadi menjelang cuti bersama atau saat ibu rumah tangga mulai melaksanakan masak untuk Lebaran," jelasnya.

Namun demikian, Pertamina terus memantau ketersediaan stok setiap harinya agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.

"Total pasokan fluktuatif sendiri telah mencapai angka 10.080 tabung. Angka yang cukup besar dan harusnya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Terkait dengan pendistribusian pada masa cuti bersama, piha Pertamina pun tidak memungkiri terdapat kendala di lapangan yang sempat terjadi yakni padatnya lalu lintas menuju Kabupatan Landak dari titik distribusi Kabupaten Mempawah khususnya pada H-2 Lebaran. Bahkan pada H+3 Lebaran kemacetan sempat terjadi di Kecamatan Pinyuh dan Kecamatan Jungkat, Kabupaten Mempawah sepanjang delapan kilometer, katanya.

"Sehingga kami melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Pinyuh dan Jungkat untuk melaksanakan pengawalan Armada Agen yang melewati jalur kemacetan khususnya yang menuju Kabupaten Landak," kata Yudi.

Pertamina Kalbar mencatat, di salah satu titik penjualan resmi LPG Pertamina, pada hari Jumat (22/6) sampel data yang di ambil di Pangkalan Suyanto masih tersedia 190 Tabung dan di SPBU 64.793.07 telah disiapkan stok sebanyak 500 tabung LPG subsidi.

Yudi mengimbau, kepada masyarakat bahwa LPG tiga kilogram diperuntukkan untuk masyarakat tidak mampu, sehingga warga yang sudah mampu tidak berhak menggunakan elpiji subsidi tersebut.

"Kami berharap dalam hal ini masyarakat jujur dalam hal menggunakan elpiji subsidi sesuai dengan peruntukannya," pungkas Yudi mengakhiri pembicaraan. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image