Sah Jadi Dirut BEI, Ini Ambisi Inarno Djajadi

Prabawati Sriningrum

Image
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi | Bursa Efek Indonesia

AKURAT.CO, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Rapat berlangsung tertutup dan dihadiri oleh seluruh pemegang saham BEI

Adapun hasil RUPST itu mengesahkan Direksi Bursa untuk masa jabatan 2018-2021. Para jajaran direksi BEI yang terpilih pun menyampaikan target melalui program kerja yang akan dilaksanakan termasuk target pencapaian emiten selama pihaknya menjabat.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, pihaknya mematok target lebih rendah sekitar 25-30 emiten yang melantai di pasar modal untuk tahun 2019. Hal ini lantaran kondisi panasnya politik yang akan berlangsung pada tahun mendatang.

baca juga:

Penerapan Mata Uang Digital Masih Perlu Kajian

IHSG Tertekan, Nilai Kapitalisasi Pasar BEI Ikut Tertahan

Masyarakat Hanya Fokus Cari Untung dan Lupakan Risiko Saat Berinvestasi

"Kita kawal target direksi sebelumnya 35 di pipeline 32. Tapi kami coba antisipasi kemungkinan karena kondisi politik di 2019 bukan 35 tapi 25-30, lalu 2020 akan ditargetkan 40 emiten," papar Inarno di Gedung BEI Jakarta, Jumat (29/6). 

Sementara itu, pihaknya juga optimis jika nilai kapitalisasi bursa mampu mencapai Rp10 ribu triliun seperti yang dicita-citakan oleh direksi sebelumnya. Kendati diakuinya, faktor eksternal yang kerap menggangu pasar hingga terkadang menimbulkan gejolak market memang memberikan pukulan bagi pasar.

Tetapi, dengan sejumlah langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga perekonomian dalam negeri menjadi asupan positif bagi pasar modal.

"Tadi market cap Rp8 triliun tahun ini, sekarang sudah Rp7.200 triliun. Kalau naik 15-20% per tahun, maka kita sih positif Rp10 triliun dalam 3 tahun," tegasnya. 

Sebagai informasi, sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2018 - 2021 mendatang. Inarno Djajadi terpilih sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia untuk periode 2018-2021 menggantikan Tito Sulistio. 

Susunan anggota  direksi BEI  di atas menjadi efektif setelah mendapat persetujuan dalam RUPST hari ini. Tak hanya membahas perombakan direksi, rapat juga membahas persetujuan atas laporan tahunan termasuk laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris perseroan dan pengesahan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2017. 

Kedua penunjukan dan pengangkatan kantor akuntan publik perseroan untuk tahun buku 2018. Rapat juga membahas persetujuan atas pemberian uang jasa bagi anggota Direksi Perseroan yang berakhir masa baktinya.

Berikut jajaran Direksi BEI yang baru masa Jabatan 2018-2021: 

Direktur Utama: Inarno Djajadi 

Direktur Penilaian Perusahaan: IGD N Yetna Setia 

Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa: Laksono Widito Widodo

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Kristian Sihar Manullang

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Fithri Hadi 

Direktur Pengembangan: Hasan Fawzi 

Direktur Keuangan  dan SDM: Risa Effennita Rustam.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image