Denny Iswanto

Jurnalis Akurat.co

Harga Mahal dari Sebuah Libur Panjang

Denny Iswanto

Image
Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI Jakarta sedang bekerja di Balai Kota, Kamis (21/6). Hari ini merupakan hari pertama kerja setelah libur lebaran sejak Senin (11/6) silam. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah Syamsudin, jumlah ASN yang tidak masuk mencapai 1.081 orang dari 67.295, termasuk guru. Penghitungan tersebut didapat dari pengisian absensi yang ditutup pukul 7.30. AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO "Belum juga kerja, eh libur lagi, pas baru kerja eh gajian lagi", ini adalah celetukan yang hampir selalu bisa kita dengar saat bercengkrama dengan tenaga kerja atau pegawai di lingkungan pemerintahan Indonesia, selama bulan Juni 2018, lalu. Dimana hampir 12 hari, pegawai negeri sipil di Indonesia mendapatkan kesempatan libur panjang cuti bersama, tapi tetap mendapatkan gaji full, bahkan uang lembur dan tunjangan.

Memang bulan Juni, bila kita lihat sejenak di kalender yang tertempel di dinding rumah kita masing-masing, banyak sekali tanggal yang berwarnah merah. Ini menunjukkan bahwa para tenaga kerja sipil ini mendapatkan banyak kesempatan merasakan cuti bersama secara cuma-cuma tanpa mengurangi jatah cuti mereka selama setahun dan gaji tetap dibayar.

baca juga:

Pengusaha Tak Panik dengan Kenaikan Suku Bunga BI

Kadin Bakal Pertemukan Pengusaha dan Pemerintah Bahas Rupiah

Rupiah Terangkat Karena Kebijakan Moneter Ketat

Tengok saja, pada awal Juni tepatnya tanggal 1, semuanya berkesempatan untuk menikmati libur karena merupakan Hari Lahir Pancasila. Kemudian tanggal 11 hingga 20 Juni pemerintah memutuskan sebagai cuti bersama