Akankah Gugurnya Negara Unggulan Memunculkan Juara Baru?

Manggala Borujerdi

Piala Dunia Rusia 2018

Image
Tim Nasional Kroasia saat merayakan kelolosannya ke perempat final Piala Dunia Rusia 2018 usai menyingkirkan Denmark melalui adu penalti. REUTERS/Toru Hanai

AKURAT.CO, Piala Dunia Rusia 2018 kali ini menciptakan banyak kejutan. Rusia menjadi saksi para unggulan juara harus pulang lebih dulu. Terlebih lagi, sebelumya negara langganan Piala Dunia seperti Italia dan Belanda gagal terbang ke Rusia karena takluk di kualifikasi.

Kini Piala Dunia telah memasuki babak delapan besar. Dan, banyak juga tim unggulan yang sudah angkat koper lebih dulu.

Kutukan juara bertahan nampaknya masih berlaku untuk Jerman. Pasalnya, tim berjuluk Der Panzer tersebut tersingkir setelah hanya menempati posisi juru kunci di babak fase grup dan harus kalah memalukan dari Korea Selatan dengan skor 0-2.

baca juga:

Laporte: Saya Cemburu Lihat Prancis Juara Piala Dunia

VIDEO: Suana Ruang Ganti Prancis Saat Half Time Final PD2018

Mereka yang Sukses di Klub namun Gagal Bersinar di Rusia

Setelah Jerman, Agentina dengan sentuhan magis Lionel Messi dan kebingungan Sampaoli dalam meramu pemain bintangnya juga kandas oleh performa gemilang pasukan muda Prancis dengan drama tujuh gol dari kedua tim di babak 16 besar.

Begitu juga Portugal yang mengandalkan Cristiano Ronaldo sebagai pemain terbaik dunia - bersama Messi dalam satu dekade - ini tak bisa berbuat banyak di babak 16 besar. Ronaldo harus mengakui keganasan Luis Suarez, Edinson Cavani, dan Diego Godin yang menjadi tokoh penting di tubuh Uruguay.

Nasib tragis juga dialami Spanyol, dengan pelatih dadakan Fernando Hierro. La Furia Roja saja harus mati-matian untuk lolos dari babak fase grup. Padahal hanya Portugal lawan sepadan mereka dibanding Iran dan Maroko.

Ketika lolos ke 16 besar, Sergio Ramos dan kawan-kawan harus takluk dari permainan tak kenal lelah dari Rusia. Tuan rumah pun berpesta atas kelolosan ke babak delapan besar karena berhasil menghancurkan permainan tiki-taka Spanyol dan membuat mereka diusir dari negera tokoh dunia, Vladimir Putin, tersebut.

Unggulan yang ada saat ini atau tim yang sudah meraih trofi Piala Dunia adalah Prancis, Inggris, Uruguay, dan Brasil. Kemudian negara lainnya yang lolos ke delapan besar untuk merengkuh trofi Piala Dunia adalah Rusia, Swedia, Kroasia, dan Belgia dengan generasi emasnya.

Gareth Southgate. REUTERS/Lee Smith

Dari delapan negara tersebut, jelas negara macam Kroasia, Rusia, Swedia, terlebih lagi Belgia bisa saja menjadi kejutan untuk menjadi kampiun baru pada pesta sepakbola terbesar di dunia yang dihelat empat tahun sekali ini.

Uruguay, Prancis, Brasil, Inggris juga masih berambisi untuk merengkuh Piala Dunia agar menyelamatkan status sebagai negara unggulan yang diembannya.

Bahkan legenda Brasil, Rivaldo mengatakan bahwa menjadi pesepakbola di Brasil akan selalu dituntut untuk juara ketika bertarung di Piala Dunia. Pasalnya, tim berjuluk Selecao tersebut adalah pemegang rekor terbanyak dengan lima kali juara.

"Sangat sulit bagi Brasil karena tekanan dari pendukung dan rakyat kami sangat besar. Sekarang kami punya tradisi harus menang di Piala Dunia," kata Rivaldo dipetik dari Evening Standard.

"Saya pikir tak semua negara punya level tekanan seperti kami. Fan mereka tidak terlalu menuntut juara. Itu sebabnya para pemain Brasil harus bisa mengatasi tekanan itu sepanjang turnamen. Walau kadang tekanan itu bisa memotivasi pemain."

Tidak hanya Rivaldo, pemain veteran Inggris, Wayne Rooney, sesumbar ini adalah tahunnya Inggris untuk menjadi juara karena dia melihat banyak negara unggulan yang tidak bisa lolos hingga babak delapan besar.

"Beberapa tim besar sudah keluar dari Piala Dunia dan ini bisa menjadi tahun untuk Inggris bisa melaju jauh dan semoga menang Piala Dunia," ucap Rooney dikutip dari Sky Sports.

Kroasia yang dihuni pemain yang banyak berlaga di klub besar Eropa akan bermain sebaik mungkin untuk lolos ke babak semifinal. Bahkan, apabila Luka Modric dan kolega melaju ke semifinal, mereka bisa menyamai sejarah Kroasia yang kala itu diperkuat Zvonimir Boban dan Davor Suker di Piala Dunia 1998 yang bergulir di Prancis.

Tim Nasional Belgia. REUTERS/Toru Hanai

Ketika itu generasi Boban dan Suker sukses menjadi juara ketiga Piala Dunia ketika drama adu penalti. Kroasia hampir saja masuk final andai saja tidak kalah tipis 1-2 dari tuan rumah, Prancis yang kala itu juga berhasil membantai Brasil 3-0 di final dan Zinedine Zidane berpesta di rumahnya sendiri.

Namun, bek Kroasia, Domagoj Vida percaya timnya bakal juara dan membuat kejutan seperti tahun 1998 silam. Bahkan, dia meyakini dengan kuasa Tuhan timnya akan dikaruniai trofi Piala Dunia di Rusia.

"Target-target kami tinggi. Atas kuasa Tuhan kami ingin mengangkat trofi Piala Dunia. Untuk itu lah kami berada di sini," tegas Vida dikutip ESPN.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image