Indonesia Terbuka 2018

Gelar Indonesia Terbuka Penutup Sempurna Jelang Pensiunnya Liliyana

Dian Eko Prasetio

Image
2018 akan menjadi tahun terakhir bagi karir Liliyana Natsir sebagai pemain bulutangkis | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Tahun ini Liliyana Natsir akan mengakhiri kariernya sebagai pemain bulutangkis. Berhasil meraih gelar juara terasa sangat spesial karena ini adalah Turnamen Indonesia Terbuka terakhirnya bersama Tontowi Ahmad.

"Senang sekaligus sedih juga, karena ini kemungkinan terakhir kalinya bertanding di Indonesia Open. Senang bisa ngasih juara, sekaligus mematahkan mitos Istora angker. Sudah dibayar lunas," ujar Liliyana dengan mata berkaca-kaca.

"Pasti saya merindukan momen-momen ini, denger teriakan Owi/Butet, besok sudah gak bisa dengerin lagi. Cepat atau lambat saya pasti harus memutuskan itu (pensiun)."

baca juga:

PBSI: Hanya Pelatih yang Bisa 'Menormalkan' Tingkah Kevin Sanjaya

Istora nan Manis di Ganda, Pahit di Tunggal

Drama Marcus/Kevin dan Conrad/Kolding Tidak Berbuntut Panjang

Dalam kesempatan yang sama, rekan Butet dalam meraih berbagai gelar bulutangkis nomor ganda campuran selama sembilan tahun, Tontowi Ahmad juga tidak bisa menyimpan kesedihannya. Walau begitu Owi -sapaan Tontowi- tidak bisa menahan keputusan yang diambil Butet.

"Tuh kan saya jadi sedih juga. Tapi saya pasti akan dukung apapun keputusan Butet, karena cepat atau lambat dia pasti akan pensiun juga. Selesai bulutangkis, semoga dia sukses di kehidupannya," ujar Owi.

Walau tahun ini kemungkinan ia akan pensiun, namun Butet -sapaan Liliyana- masih berharap dapat menyumbangkan medali emas Asian Games 2018. Terlebih Asian Games cabang olahraga bulutangkis kali ini juga akan berlangsung di Istora, dan mereka juga sudah berhasil mematahkan mitos angker Istora.

Butet menegaskan, Asian Games nanti yang terpenting adalah persiapan mereka, karena lawan yang akan dihadapi juga pasti tidak akan berbeda jauh. Terlebih lawan juga pasti akan melakukan persiapan untuk meraih gelar juara.

"Makna (menang di Istora) besar banget. Kita kepikiran berapakali final gak bisa tembus (juara). Walau lawan sama, tapi eventnya beda, kita harus maksimal sampai Asian Games. Mudah-mudahan Asian Games kita bisa ngasih medali emas buat Indonesia," ujar wanita kelahiran Manado 32 tahun lalu ini.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image