Bantah Duit Istana Mengalir ke Acara Aktivis 98, Faizal Assegaf: Stop Fitnah

Siswanto

Image
Joko Widodo bersama Ali Mochtar Ngabalin dan Faizal Assegaf | Sekretariat Kabinet

AKURAT.CO Ketua Progres 98 Faizal Assegaf menampik tudingan acara rembuk nasional aktivis 98 yang berlangsung di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7/), dapat bantuan duit dari Istana.

‏"Saya menyaksikan langsung kedekatan khusus sahabat Adian Napitupulu dengan Pak @jokowi sehingga segelintir relawan tampaknya iri dan gerah. Soal dana 10 M untuk acara kegiatan rembuk aktivis 98, saya pun sudah meminta klarifikasi Adian dkk, tidak ada bantuan dari Istana. Stop fitnah!" kata Faizal Assegaf melalui akun Twitter @faizalassegaf.

Kegiatan aktivis 98 yang diselenggarakan sekitar sebulan sebelum pendaftaran calon presiden dan wakil presiden itu mendapatkan sorotan dari publik, bahkan sebagian kalangan mengejeknya macam-macam.

baca juga:

LRT Palembang untuk Umum Setelah Asian Games

Disindir Jika SBY ke Jokowi, Ferdinand: Jangan Samakan Kualitas Nuranimu dengan Saya

Banyak yang Bilang 'Miring' Soal Kesepakatan Freeport, Ini Respon Keras Jokowi

Presiden Joko Widodo menghadiri acara penutupan acara. Dalam pidato penutupan, Jokowi mengatakan "Bangsa kita bangsa yang besar, ada 17.000 pulau, 714 suku, ini anugerah yang diberikan Tuhan, juga ribuan bahasa."

Menurut Jokowi semua harus menyadari bangsa Indonesia bangsa yang besar, negara yang besar dengan jumlah penduduk sudah 263 juta jiwa. Kepala Negara juga menyatakan semua patut menyampaikan terima kasih kepada Aktivis 98 yang telah berjuang menghadirkan kebebasan berekspresi di negeri ini, kebebasan berpendapat, kebebasan pers, "Tetapi kebebasan itu bukan yang semau maunya, bukan sebebas bebasnya karena kita diikat oleh aturan aturan, konstitusi, kebebasan bukan yang memberi ruang untuk adu domba masyarakat, saling mencela, mencemooh di antara kita sebagai warga yang sebangsa dan setanah air, " katanya.

Menurut Jokowi aset besar bangsa Indonesia adalah persatuan di antara perbedaan.

Hadir dalam acara itu, antara lain Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua DPD Oesman Sapta. Sementara itu Panitia Rembug Nasional Aktivis 98 menyebutkan semula acara itu akan digelar di Monas. Namun ada sejumlah rangkaian acara yang tidak mungkin dilakukan di sana sehingga dipindah ke JIExpo Kemayoran.

Acara tersebut menurut panitia dihadiri sekitar 60.000 peserta. Hasil rembug itu, antara lain mengajak semua pihak menolak intoleransi, radikalisme, dan terorisme.  Rembuk nasional itu juga merekomendasikan penetapan korban peristiwa Semanggi dan Tri Sakti sebagai pahlawan Nasional.  []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image