Wapres JK Harap Guru Indonesia Melek Teknologi

Iwan Setiawan

Image
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin (kanan) saat hadiri pertemuan di Gedung MUI, Jakarta, Selasa (6/3). Dalam kunjungannya Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Menlu Retno Marsudi ke Kantor MUI dalam rangka silaturahmi dan membicarakan perdamaian Afghanistan | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berharap guru-guru di Indonesia lebih sadar akan teknologi, kemudian menggunakannya dalam sistem pembelajaran terhadap siswa di sekolah.

"Tugas Pemerintah dan tugas Menteri (Pendidikan dan Kebudayaan) adalah untuk melengkapi dan memberikan peralatan yang dapat mengejar teknologi," katanya di Jakarta, Selasa (10/7).

Akan tetapi, kata Jusuf Kalla, tugas PGRI adalah melatih anggotanya, melatih guru-guru untuk menyesuaikan atau mengejar ketertinggalan teknolog.

baca juga:

Sinyal Cawapres Jokowi dari non Parpol, Siapa Dia?

Nasdem: Jokowi Belum Bilang Nama AHY Ada di Kantongnya

Polisi Gadungan di JLNT Casablanca Masih Diperiksa Polda Metro Jaya

Wapres menegaskan bahwa perkembangan teknologi perlu untuk meningkatkan nilai tambah dalam produktivitas di bidang industri sehingga dapat membawa kemajuan suatu negara.

Oleh karena itu, peran guru yang melek teknologi sangat diperlukan untuk mempersiapkan generasi bangsa dalam menghadapi perubahan global.

"Teknologi itu datangnya dari Pendidikan. Tidak ada teknologi yang datangnya tiba-tiba. Semuanya melalui tahapan-tahapan pendidikan yang sesuai, yang diperoleh di sekolah ataupun melalui 'research' dari kita semua ini," jelasnya.

Sekolah dan pendidikan menjadi kunci bagi suatu bangsa untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Negara dengan sumber daya manusia melek teknologi dapat membawa kemajuan melalui inovasi bagi negara tersebut.

"Negara yang begitu maju pendidikannya, maka teknologinya pasti maju, pasti memiliki nilai tambah dan inovasinya akan maju. Maka, cita-cita kita, sesuai di UUD 1945, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan itu hanya bisa diperoleh dari sekolah atau pelatihan-pelatihan," jelasnya.

Meskipun saat ini telah memasuki era 4.0, segala sesuatu dikerjakan secara otomasi atau menggunakan robot, Wapres menegaskan bahwa peran sumber daya manusia tetap perlu guna meningkatkan produktivitas.

"Semuanya tidak bisa diandalkan pada robot. Bagaimana pun juga manusia tetap lebih pintar dari robot dalam segala hal. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan anak-anak kita lewat pendidikan," ujarnya.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image