Ratusan Wisatawan China Batalkan Penerbangannya ke Thailand, Ada Apa?

Herry Supriyatna

Image
China diduga membiarkan sepuluh ribu atletnya menggunakan doping pada periode 1980-an dan 1990-an | THE INDEPENDENT

AKURAT.CO, Lebih dari 100 wisatawan China membatalkan perjalanan wisata ke Pulau Phuket, Thailand, setelah peristiwa kecelakaan kapal, demikian dilaporkan sejumlah media resmi setempat yang dirangkum Antara di Beijing, Selasa (10/7).

Kecelakaan kapal wisata di Pulau Phuket, yang menewaskan 41 wisatawan China, mendapat perhatian serius di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.

Kapal nahas tersebut mengangkut 78 turis China saat diterpa badai. Dari jumlah itu, sebanyak 41 orang tewas dan 37 lainnya selamat.

Ctrip, penyedia layanan daring perjalanan wisata terbesar di China, seperti dikutip Global Times, menyatakan bahwa lebih dari 100 turis China membatalkan wisata sehari ke Pulau Phuket, Minggu (8/7).

Meskipun demikian, seorang pemandu wisata kepada harian yang dikelola oleh partai berkuasa di China itu menyatakan bahwa sampai saat ini kunjungan wisata ke Thailand tidak terlalu terpengaruh oleh kecelakaan maut tersebut.

Sembilan unit kapal wisata di Phuket tetap beroperasi dengan mengangkut penumpang yang kebanyakan wisatawan dari China, Minggu (8/7) pukul 08.00 waktu setempat, meskipun sudah ada peringatan waspada badai.

Pada Sabtu (7/7), otoritas Thailand telah mengeluarkan peringatan bahaya badai dengan tinggi gelombang hingga mencapai 3 meter di perairan Laut Andaman.

Badai diperkirakan berlangsung pada Sabtu (7/7) hingga Kamis (12/7). Namun, beberapa kapal wisata tersebut tetap beroperasi dari Dermaga Chalong, Phuket.

"Kami sama sekali tidak takut. Kami mengenakan rompi keselamatan dengan benar saat kami naik kapal," kata seorang wisatawan kepada harian tersebut.

Tragedi Phuket memicu keprihatinan dari warganet di daratan Tiongkok, kata People's Daily.

Sejumlah warganet menuliskan pendapatnya di media sosial bahwa mereka tidak akan berwisata ke Thailand dan menyalahkan Pemerintah Thailand atas peristiwa tragis itu.

Banyak wisatawan yang hendak melakukan penyelaman di lepas pantai Pulau Phuket tidak dilayani dengan baik, seperti mesin kapal yang mengangkut mereka sering kali mati dan buru-buru diperbaiki ABK agar tetap bisa mengangkut penumpang, sebut salah satu harian terkemuka di China itu.

Kepada harian itu pula, seorang awak kapal mengungkapkan bahwa setiap hari beberapa kapal di Phuket diduga mengabaikan faktor keselamatan hanya untuk menghemat biaya.

Kedutaan Besar China di Thailand telah menangani 84 kasus kematian akibat kecelakaan pariwisata selama 2017.

Dari jumlah itu, sebanyak 61 kasus kematian terkait dengan tenggelamnya kapal wisata yang kebanyakan terjadi di perairan laut wilayah selatan Thailand, seperti Phuket.

Data resmi menunjukkan bahwa Thailand merupakan salah satu pilihan utama wisatawan asal China.

Pada 2017, tercatat 9,8 juta wisatawan China mengunjungi Thailand atau meningkat 12 persen dibandingkan pada 2016, kata Kantor Berita Xinhua.

baca juga:

Kereta Super Cepat 'Hyperloop' Hadir di China, Kapan di Indonesia?

FOTO Anak-anak Thailand yang Terjebak di Gua, Kembali ke Rumah

5 Fakta Menarik Hubungan Diplomatik Uni Emirat Arab dan China

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image