KPK Panggil 15 Saksi Terkait Kasus Suap DOKA

Iwan Setiawan

Image
Jubir KPK Febri Diansyah | AKURAT.CO/Bayu Primanda

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 15 saksi untuk diperiksa dalam penyidikan kasus tindak pidana korupsi suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 pada Pemprov Aceh.

"KPK telah mengirimkan surat panggilan pada sekitar 15 orang saksi dari unsur pemerintahan dan swasta di Banda Aceh dan Bener Meriah. Jadwal pemeriksaan akan kami informasikan lebih lanjut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (11/7).

KPK pun mengharapkan para saksi yang dipanggil itu hadir dalam pemeriksaan karena keterangan saksi akan membuka tabir yang selama ini mungkin belum diketahui terkait dengan adanya dugaan korupsi dalam alokasi DOKA tersebut.

"Dengan pengungkapan itu, akan ada titik terang bagaimana masyarakat Aceh bisa dirugikan karena praktik korupsi yang ada," ucap Febri.

Selain itu terhadap saksi, lanjut Febri, hadir memenuhi panggilan penyidik dan menjelaskan informasi yang benar adalah kewajiban hukum.

"Kejujuran para saksi dalam memberikan keterangan akan membantu penanganan perkara ini," tuturnya.

Febri pun menyatakan KPK juga akan memanggil para saksi yang telah dicegah ke luar negeri untuk dimintai keterangan.

Adapun empat saksi yang dicegah itu antara lain Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase, dan Teuku Fadhilatul Amri.

Untuk diketahui Nizarli merupakan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh, Rizal Aswandi sebagai mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, dan Fenny Steffy Burase, orang dekat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

"Sudah diagendakan pemeriksaan terhadap saksi yang dicegah ke luar negeri direncanakan minggu depan. Sebelumnya tentu disampaikan panggilan secara patut," ungkap Febri.[]


baca juga:

Fahri Nilai OTT Kalapas Sukamiskin Bagian dari Upaya Penghentian Pembahasan RKUHP

Soal OTT Sukamiskin, Yasonna Laoly: Saya Stres Kebangetan Banget

Buku Hi Darl, Kisah Inspirasi Karya Inneke Koesherawati dan Marini Zumarnis

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image