Konsumsi BBM Hingga Rokok Dongkrak Penjualan Eceran di Juni

Denny Iswanto

Image
Pengendara mobil melakukan pengisian BBM di SPBU Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta, Minggu (25/2). Pemerintah melalui pertamina melakukan kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax naik dari Rp300 sehingga harga menjadi Rp8.900 per liter. Kenaikan terjadi merata di seluruh bahan bakar nonsubsidi tersebut sejak Sabtu (24/2) tengah malam. Selain itu kenaikan juga terjadi pada pertamina dex sebesar Rp750 per liter, yaitu dari Rp9.250 menjadi Rp10 ribu. Sementara Pertamax turbo juga meningkat dari Rp9.600 menjadi Rp10.100 dan Dexlite naik Rp600 per liter menjadi Rp10.100 | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Konsumsi masyarakat untuk kelompok bahan bakar kendaraan bermotor (BBM) dan kelompok makanan, minuman serta tembakau (rokok) yang menggeliat akan menjadi pendorong penjualan eceran sepanjang triwulan II 2018.

Survei Penjualan Eceran yang dipublikasikan Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (11/7), menunjukkan penjualan di Juni 2018 atau pasca-momentum Ramadan dan Lebaran masih apresiatif, sebesar 6,8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Meski demikian, penjualan eceran di Juni 2018 terkoreksi dari Mei 2018 yang terangkat hingga 8,3 persen (yoy).

"Peningkatan kinerja penjualan bersumber dari kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang tumbuh sebesar 15,1 persen (yoy), meningkat dibandingkan 9,3 persen (yoy) pada Mei 2018. Peningkatan juga terjadi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang tumbuh sebesar 13,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan 11,3 persen (yoy) pada Mei 2018," tulis Bank Sentral.

Sepanjang Mei 2018, penjualan eceran terakselerasi oleh komoditas sandang yang tumbuh 16,5 persen (yoy), meningkat pesat dibandingkan 10 persen (yoy) pada April 2018. Peningkatan penjualan juga terjadi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang naik 11,3 persen (yoy), meningkat dari April sebesra 7,7 persen (yoy).

Penjualan eceran di Mei 2018 itu terstimulus tingginya permintaan sepanjang Ramadan 2018.

Secara triwulanan, penjualan ritel triwulan II 2018 akan tumbuh 6,4 persen (yoy), meningkat dibandingkan 4,9 persen (yoy) pada triwulan II 2017.

Lebih jauh lagi, survei yang dilakukan BI menunjukkan terdapat moderasi penjualan eceran pada Agustus 2018. Indeks Ekspetasi Penjualan Agsutus 2018 sebesar 140,2 relatif hanya naik moderat dibanding Juli 2018 yang sebesar 140 poin.

Sejalan dengan peningkatan di Agustus 2018, tekanan harga di tingkat pedagang eceran pada Agustus 2018 melonggar. Hal itu tercermin dari penurunan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2018 menjadi 152,0 dari 153,7 di Juli 2018.

Survei Penjualan Eceran BI ini dilakukan terhadap 700 pengecer di 10 kota besar di Indonesia. Hasil survei ini diklaim dalam menggambarkan arah pergerakkan Produk Domestik Bruto dari sisi konsumsi. []

baca juga:

Pengusaha Tak Panik dengan Kenaikan Suku Bunga BI

Dosen UI Ini Sindir Kurs Rupiah Paling Lemah No 3 di Dunia

Ini Alasan Ragunan Selalu Penuh Padat oleh Pengunjung

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image