Masih Terkendali, Bos BI Optimis Rupiah Akan Menguat

Siti Nurfaizah

Image
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan pers di kantor pusat BI, Jakarta, Jumat (8/6). BI menyatakan inflasi bulan Juni bakal menyentuh 0,22 persen (month to month) dan 2,75 persen (year on year), sementara itu hingga 8 Juni siang penukaran uang masyarakat untuk lebaran telah mencapai Rp187,8 triliun atau 99,8 persen dari jumlah uang tunai sebesar Rp188,2 triliun yang disediakan BI untuk kebutuhan Idulfitri. | ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/18.

AKURAT.CO, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah masih relatif terkendali sehingga masih berpeluang menguat, meski saat ini terdepresiasi akibat pengaruh tekanan global.

"Dari segi fundamental, semestinya ada ruang untuk lebih apresiatif," katanya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/7).

Perry menjelaskan kebijakan BI yang berkaitan dengan nilai tukar rupiah adalah menjaga stabilitas sesuai dengan kondisi fundamental.

baca juga:

Ibu Negara: Pelaku UMKM Harus Tingkatkan Kreativitas

Rupiah Jatuh Tidak Begitu Dalam Dibandingkan India Hingga Polandia

Tekanan Global Masih 'Gencet' Rupiah

"Dan kita lihat bahwa nilai tukar yang ada sekarang itu masih overvalue, masih terlalu lemah kalau dibandingkan dengan fundamentalnya sehingga dari sisi fundamentalnya mestinya ada ruang untuk lebih apresiatif lagi," jelasnya.

Dia mengatakan, yang membuat rupiah tertekan adalah faktor-faktor dari eksternal. Namun, jika dibanding beberapa negara lain, rupiah masih lebih perkasa menghadapi tekanan tersebut.

"Kami tegaskan secara relatif depreaiasi nilai tukar rupiah dibanding negara lain relatif terkendali. Year to date pelemahan rupiah yang 5,6 persen pelemahan ini lebih rendah dari Filipina peso, dari Indian rupee apalagi kalau dibandingkan dengan Brazil, South Korea dan Turkey itu pelemahannya jauh lebih tinggi,” kata dia.

Meski demikian, Perry memastikan bank sentral terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak melemah 26 poin menjadi Rp14.393 dibanding posisi sebelumnya Rp14.367 per dolar AS.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image