Mantan Guru Bom Imam Samudra: Penjara Tak Bikin Kapok

Ambar Adi Winarso

Image
Mantan narapidana teroris Abu Tholut | AKURAT.CO/Ambar Adi Winarso

AKURAT.CO Mantan narapidana terorisme Abu Tholut menilai program deradikalisasi bagi mantan narapidana terorisme belum mempan meredam penyebaran radikalisme. Abu Tholut baru bebas dari penjara tiga tahun lalu.

"Saya tidak bilang deradikalisasi gagal, tapi tidak efektif. Mereka yang kembali kejalan yang benar semata karena kesadaran sendiri, yang tak sadar saat bebas maka akan melakukan aksi kembali," katanya, saat ditemui di kediamannya, Dukuh Pondok RT4 RW3 Kecamatan Bae Kudus, Rabu (11/7).

Selama dalam tahanan, kata mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah, adalah masa krusial para narapidana, apakah bisa menerima atau tidak dalam program deradikalisasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

baca juga:

PBB Sebut Lebih dari 20.000 Militana ISIS Masih Berada di Suriah dan Irak

Densus 88 Tangkap 1 Orang Jaringan Santoso di Luwu Timur

Kampus Diharapkan Miliki Pola Cegah Radikalisme

Menurutnya paham ISIS sangat dahsyat dalam memengaruhi seseorang untuk jadi simpatisan atau melakukan aksi pengeboman. Mereka sulit disadarkan.

"Jadi jangan heran jika ada napiter yang tak dapat remisi, lebih memilih dipenjara atau dihukum mati karena keras tak mau mengakui dan kembali ke NKRI," kata dia.

Aksi teror yang merebak belakangan ditengarai dilakukan oleh mantan narapidana atau jaringan sel terorisme yang mati suri.

"Kelompok ISIS ini memandang bahwa di Indonesia bukan masyarakat mayoritas muslim, tapi mayoritas penduduk yang mengaku muslim. Jadi mereka tak mudah menganggap mereka (penduduk) muslim," ucapnya.

Selama dipenjara, Abu Tholut alias Imron Baihaqi alias Musthofa gemar mengikuti program deradikalisasi oleh BNPT dan Densus 88. Selain itu, dia rajin membaca buku-buku paham Islam yang benar. Diperkaya dengan mengikuti berita-berita di televisi.

"Saya lebih pada sadar diri cari referensi bacaan yang benar dan tanya para ulama-ulama," akunya.

Berada dalam tahanan, kata Abu Tholut, tak menjamin narapidana akan balik ke pangkuan NKRI. Banyak dari mereka yang awalnya hanya ikut-ikutan malah mejadi cikal bakal teroris yang membahayakan.

"Yang sekarang ini dihukum sekian tahun kan bakal bebas, bahkan mungkin ketika di dalam (LP) mereka sebelumnya kelasnya ikut-ikutan, kemudian masuk LP ketemu sama seniornya. Bergaul, semakin mengkristal, keluar bebas LP kemudian dia jadi senior, punya pengalaman dia," ujarnya.

Undang - Undang Antitrorisme dinilai masih jauh dari panggang api. Guru peracik bom Imam Samudra itu menganggap UU Antiterorisme sebatas memberi kewenangan yang lebih besar kepada aparat polisi agar lebih mudah menangkap terduga terorisme.

"Ini soal pemahaman, UU Antiterorisme itu kan kesannya memberikan porsi kewenangan yang lebih besar kepada aparat polisi untuk lebih mudah menangkap, tapi apakah sama juga aksi terorisme berhenti? Itu masih belum tentu," tuturnya.

Abu Tholut menyebut UU Antiterorisme bisa jadi bumerang dalam deradikalisasi.

"Kan gak mungkin semua pelaku aksi teroris dipenjara lalu dihukum mati ? Itukan harus dilihat porsi aksi keterlibatannya, habis itu mereka keluar bebas, tapi pemahaman masih ada," kata dia. 

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image