Ahok Tak Mau Bebas Bersyarat, Ruhut: Biar Kaum Sumbu Pendek Tak Berkoar

Yohanes Antonius

Image
Mantan anggota DPR RI Ruhut Sitompul | AKURAT.CO/Arief Munandar

AKURAT.CO, Mantan Gunernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa mangajukan pembebasan bersyarat pada Agustus 2018 atas kasus yang menjeratnya. Namun ia tak mau menggunakannya dengan alasan ingin menuntaskan masa hukuman. 

Mantan Anggota DPR RI Ruhut Sitompul menilai sikap Ahok yang tak mau bebas bersyarat adalah upaya untuk meredam reaksi 'kaum sumbu pendek' atau kelompok yang bersebrangan dengan mantan Bupati Belitung Timur itu. Sehingga kelompok itu tak bisa mencibir Ahok lagi setelah menghirup udara bebas.

"Itu biar sumbu pendek enggak koar - koar, namanya sumbu pendek, Ahok baik saja salah, apalagi bebas bersyarat. Nanti dibilang wah udah di situ (Mako Brimob) minta pembebasan bersyarat. Jadi yang sudah siapin peluru mau nembak dia langsung kebelinger semua," kata Ruhut kepada AKURAT.CO, Kamis (12/7).

baca juga:

Geger Media Asing Beritakan Pabrik Hoax Ahok

Ahok Bakal Kasih Kejutan, Apa yang Terjadi di Bulan Agustus?

Ahok Bisa Bebas Agustus, Fahri Hamzah: Usul Saya, Jalani Hukuman di LP Baru Adil

Selain itu, Ruhut juga memberikan apresiasi kepada kepada Ahok atas keputusan yang diambil tersebut. Dia menyebut Ahok ingin bebas murni, sebab saat ini ia juga sedang fokus menyelesaikan trilogi Ahok di dalam rutan Mako Brimob.

"Iya dia mau bebas murni tak mau bebas beryarat dan saya melihatnya bagus. Apa yang dilakukan Ahok itu mantap," ujarnya.

Ahok divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dia dinyatakan bersalah melakukan penodaan agama terkait pernyataannya soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, September 2016. Ia menjalani penahanan sejak 9 Mei 2017. Artinya hingga kini sudah 14 bulan ia menjalani masa tahanan.

Merujuk Pasal 14 ayat (1) huruf k Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (UU Pemasyarakatan), pembebasan bersyarat memang diberikan kepada narapidana yang telah menjalani sekurang-kurangnya dua pertiga masa pidana.

Sebelumnya, kuasa hukum yang juga adik kandung Ahok