Ketua DPR Minta KPU Benahi Daftar Pemilih

Dedi Ermansyah

Image
(kiri ke kanan) Menteri Dalam Negri Tjahyo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Ketua KPU Arief Budiman dan Ketua Bawaslu Abhan saat berfoto bersama usai melakukan rapat tertutup pembahasan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) di Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2018). Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendengar penjelasan mengenai PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota Legislatif, dimana dijelaskan bahwa mantan napi koruptor dilarangan untuk mengikuti pencalonan calon legislatif pada 2019 mendatang.  | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Berdasarkan data Bawaslu RI, masih terdapat 2.023.556 pemilih yang hingga kini belum masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2019 mendatang.

Menanggapi hal itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, pun meminta Kemendagri, KPU RI dan KPU Daerah untuk segera melakukan pendataan peserta pemilu secara menyeluruh, baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

"Agar dapat segera dimasukkan dalam Daftar Pemilih Sementara Hasil Perubahan (DPSHP) yang nantinya akan ditetapkan pada 22 Juli (2018) mendatang," ungkapnya di Jakarta, Kamis (12/7).

baca juga:

Pilot Lion Air, Dimakamkan Didekat Masjid Nabawi Madinah

Dirjen PAS Kemenkumham Temukan Barang Mewah Saat Sidak Lapas Sukamiskin

Selain Presiden, PKB Undang Ketua Umum Parpol Hadiri Harlah Ke-20

Selain itu, Legislator yang akrab disapa Bamsoet ini meminta Komisi II DPRb untuk mendorong para pihak terkait untuk segera membenahi daftar pemilih pada Pemilu 2019 dan memverifikasi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Pilkada 2018.

"Agar nama-nama pemilih dalam DPTb Pilkada 2018 dapat dimasukkan dalam DPSHP serta dalam rangka perbaikan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019," ujarnya.

Lebih lanjut, Bamsoet juga meminta Komisi II DPR mendorong mitra kerjanya tersebut untuk melakukan optimalisasi kinerja dalam memperbaiki DPS Pemilu 2019 agar permasalahan pada DPT Pilkada 2018, seperti pemilih tidak terdata atau pemilih terdata ganda tidak terulang kembali pada Pemilu 2019.

"Mengingatkan KPU untuk memperkuat keamanan sistem informasi data pemilih," katanya.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image