Kamu Tak Suka dengan Pekerjaanmu? Ini Ciri dan Dampaknya

Nur Hofifah

Image
Ilustrasi orang yang tidak suka dengan pekerjaannya. | Theindependent.co.uk

AKURAT.CO, Hari terasa lama ketika kamu berada di kantor?

Tidak pernah bersemangat untuk berangkat bekerja?

Itu menjadi tanda bahwa kamu sudah bosan dengan pekerjaanmu! Itu juga bisa jadi ketika kamu sudah tidak suka dengan pekerjaanmu.

baca juga:

Remaja yang Bersalaman Lemah Berisiko Kena Diabetes dan Penyakit Jantung

PAN: Asman Tak Pas Ada di Kabinet Kerja Jokowi

PT Pindad Buka Lowongan, Ayo Buruan Daftar!

Jika diteruskan? Kamu akan semakin sering galau di meja kerja. Akibatnya performamu juga akan mengalami penurunan tajam. Dalam jangka panjang, kariermu akan semakin stagnan. Kamu pun akan mengalami stres.

Dalam survei yang dilaksanakan situs lowongan kerja Fish4Jobs, menyatakan, 32% responden menyatakan mereka tidak suka dengan pekerjaannya. Bukan hanya orang biasa saja yang tidak suka dengan pekerjaannya.

Mantan menteri luar negeri Inggris Boris Johnson mengaku tidak suka pekerjaannya sebagai sebagai pemimpin diplomat Inggris. Bahkan, Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May juga mengaku awalnya tidak suka dengan jabatannya sebagai pemimpin Inggirs.

“Orang yang memiliki pekerjaan dengan penuh tekanan di mata publik kerap tidak suka dengan pekerjaan. Itu sama seperti orang biasa,” kata psikolog Harley Street, Dr Becky Spelman, dilansir The  Independent pada Kamis (12/7).

Akibat orang tidak menyukai pekerjaannya adalah stres. Menurut Bekcy, mereka pun mengalami perasaan negatif dan tidak suka di depan orang lain.

Uniknya, sebagian besar orang yang bekerja di bidang pelayanan konsumen mengaku tidak suka dengan pekerjaan mereka yakni sebesar 37 persen. Kemudian disusul orang yang bekerja di bidang perhotelan dan pariwisata mencapai 34 persen.

“Ketika kita tidak suka pekerjaan yang dijalani, itu akan berdampak pada performa kita,” kata Becky.

“Tapi, orang yang bekerja dengan penuh tekanan di dunia politik, itu bukan hanya berdampak pada karier mereka, tetapi pada keputusan yang diambil bagi kepentingan publik,” jelasnya.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image