Liputan Khusus

'Kalah Pamor' Jadi Alasan Mobil Legends Tak Masuk Asian Games 2018

Vidyandini Agivonia

Image
Eddy Lim, Ketua Indonesia eSports Association (IeSPA) di Mall Taman Anggrek, Jakarta, Rabu (4/7) | AKURAT.CO/Vidyandini Agivonia

AKURAT.CO, eSports telah resmi masuk dalam cabang pada perhelatan Asian Games 2018. Keputusan ini menjadi gebrakan terbaru untuk perhelatan di dunia olahraga. Pun menjadi kabar baik untuk perkembangan eSports di Indonesia.

Melalui konfirmasi oleh Asian Electronic Sports Federation (AESF) melalui situs resminya pada bulan Mei lalu, terdapat enam game yang dipertandingkan. Diantaranya League of Legends, PES 2018, Arena of Valor, Stacraft, Heartstone dan Clash Royale. Berita tersebut pun menuai kontra oleh para warganet Indonesia karena game Arena of Valor (AoV) lebih dipilih dibandingkan Mobile Legends.

Menanggapi hal itu, ketua IeSPA (Indonesia e-Sports Association) menjelaskan bahwa terdapat dua pertimbangan yang dilihat dari pihak AESF untuk memilih game tersebut.

baca juga:

Mengenal 6 Games yang Dipertandingkan di Asian Games 2018

Spesial! Addie MS Rekam Musik Asian Games 2018 di Praha

Pebasket Papua Sebut Tim 3x3 Korsel Favorit di Asian Games

“Ya jadi pertimbangannya ada dua, satu popularitas game itu. Yang kedua ya ada hubungan sama sponsor lah,” katanya.

Ia juga menjelaskan bagaimana AESF memilih AoV karena game tersebut dimainkan di 85 negara.

“Proses pemilihan game itu dilakukan oleh federasi asia yang menentukan game apa yang dipakai. Berdasarkan pertimbangannya kan pasti ada, yang federasi liat kan Asia bukan Indonesia aja. Contoh Mobile Legends sama AoV. Game AoV itu dimainkan di 85 negara, Mobile Legends kan cuma dibeberapa negara. Jadi tidak mungkin dipilih, nanti complain dong negara lain” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa IeSPA tidak turut campur tangan dalam proses pemilihan game yang dipilih oleh AESF.

“Iya itu federasi asia juga yang handle. Tidak ketemulah federasi Asia eSport dengan FIFAnya. Selama menentukan dengan publisher, IeSPA juga tidak turut campur tangan, karena Indonesia hanya sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan. Sama seperti cabang-cabang yang resminya,” jelasnya.

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image