Pelonggaran Uang Muka KPR Dukung Realisasi Program Satu Juta Rumah

Rizal Mahmuddhin

Image
Suasana proyek pembangunan perumahan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (2/1). | ANTARA FOTO

AKURAT.CO, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimis bahwa wacana kebijakan baru Bank Indonesia (BI) terkait pembebasan bagi perbankan untuk memberikan besaran maksimum nilai kredit (Loan To Value/LTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dapat membuat industri properti nasional tancap gas.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti mengatakan, kebijakan yang rencananya efektif per 1 Agustus mendatang tersebut bakal mendorong industri properti, utamanya dalam mewujudkan program satu juta rumah yang digagas oleh pemerintahan Jokowi-JK.

“Program satu juta rumah ini cukup membantu. Kita menyerahkan uang muka kepada bank pelaksana, terhadap pelaksanaan bank kepada calon debitur yang ambil KPR. Umumnya bank mengikuti surat edaran BI,” ujarnya di Hotela Shangrila, Jakarta, Kamis (12/7).

baca juga:

Pasca Sidak Dirjen PAS, Fasilitas Mewah Lapas Sukamiskin Sudah Dibersihkan

SMF Bekali Perbankan dengan SPO PMK Perumahan Syariah

Reaktivasi Lelang SBI Tak Mendadak, Ini Hasilnya

Lana mengungkapkan, melihat data internal Kementerian PUPR, hingga akhir tahun 2017 realisasi program sejuta rumah mencapai 904.758 unit. Di mana jumlah tersebut terdiri dari 697.770 rumah murah dan 224.988 rumah komersial. Adapun realisasi program sejuta rumah pada tahun 2016 hanya sebanyak 805.169 unit.

Sementara itu, katanya melanjutkan, dilihat dari sisi pembeli, besaran uang muka menjadi poin penting untuk calon pembeli mengambil KPR. Sehingga diharapkan kebijakan relaksasi tersebut dapat direspons dengan pertumbuhan industri properti.

Diketahui sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mewacanakan bakal melonggarkan syarat uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) dengan membebaskan perbankan untuk memberikan besaran maksimum nilai kredit (Loan To Value/LTV) pembelian rumah pertama.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image