Startup Perlu Perhatikan Pentingnya Keamanan Sibernetika pada Website dan Aplikasi

Vidyandini Agivonia

Image
Ilustrasi - Serangan Siber | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Dewaweb, salah satu perusahaan teknologi internet di Indonesia menjelaskan pentingnya era startup dan pengembang aplikasi akan keamanan sibernetika.

Dalam istilah teknologi terdapat kata SSL yang artinya adalah protokol keamanan yang digunakan pada semua transaksi di internet.CEO Dewaweb, Edy Budiman mengatakan bahwa SSL menjadi pondasi penting unutk keamanan semua website dan aplikasi berbasis web.

“Kerentanan website dan aplikasi bertambah seiring makin majunya perkembangan teknologi saat ini. Serangan terhadap protokol SSL sendiri meningkat pesat karena SSL melindungi semua transaksi dan komunikasi yang terjadi di Internet. Banyak situs di Indonesia yang masih salah konfigurasi SSL-nya sehingga rentan untuk diretas padahal itu adalah tonggak bisnis mereka di era digital,” jelas Edy dalam keterangan rilisnya, Kamis (12/7).

baca juga:

Buat Para Gitaris, Intip Amplifier Ini Yuk

Disney Buat Teknologi Terbaru Tuk Mensimulasi Rambut 3D

Twitter Larang Semua Akun yang Terkait Rusia, Kenapa?

Menurutnya, muncul tanda gembok di browser belum berarti website atau aplikasi tersebut sudah aman. Jika konfigurasi SSL pada server salah, maka peretas bisa dengan mudah menjebol website/aplikasi tersebut dengan menggunakan berbagai teknik eksploitasi terbaru.

Ia juga menyarankan agar melakukan konfigurasi SSL dengan benar sehingga bisa mendapatkan grade tinggi dalam hasil testing di SSLLabs.com. SSLLabs bisa membantu pengecekan konfigurasi SSL di server web. Hasil yang diberikan mulai dari skala A+ hingga F, di mana A+ adalah nilai tertinggi dan F adalah nilai terendah.

Data yang dihimpun oleh Sitelock pada tahun lalu di kuartal 4 “Website Security Insider”, ada peningkatan infeksi keamanan pada website sekitar 20 persen dibanding kuartal sebelumnya. Jumlah seluruh website di internet adalah lebih dari 1,86 miliar banyaknya dan sekitar 18.500.000 website terinfeksi malware setiap minggunya. Satu website umumnya diserang sebanyak 44 kali per hari. 

Dengan demikian, hal tersebut penting diperhatikan bagi para pelaku startup teknologi baru agar data perusahaan atau data lainnya tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image