REI: Pelonggaran Uang Muka KPR Obat Mujarab Industri Properti

Rizal Mahmuddhin

Image
Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata | AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata menuturkan, wacana kebijakan baru Bank Indonesia (BI) terkait pelonggaran syarat uang muka kredit pemilikan rumah (KPR), dengan membebaskan perbankan untuk memberikan besaran maksimum nilai kredit (Loan To Value/LTV) pembelian rumah pertama dapat menjadi obat mujarab dalam menjawab lesunya industri properti nasional.

"Kalau industri properti sakit, LTV adalah salah satu dari obat mujarab," ujarnya di Jakarta, Kamis(12/7).

Oleh karena itu, tak pelak jika kemudian pihaknya menyambut baik kebijakan yang rencananya bakal berlaku per-1 Agustus mendatang tersebut. Ia meyakini aturan baru BI terkait pelonggaran uang muka merupakan angin segar yang dapat berdampak besar pada perkembangan industri properti ke depannya.

baca juga:

Pemkot Bogor Perjuangkan Nasib Guru Honorer ke Kemenpan RB

Kisah Pasutri Penjual Narkoba, Buang Sabu ke Jalan dan Toilet

Tunangan dengan Hailey Baldwin, Justin Bieber Ternyata Masih Miliki Tato Wajah Selena Gomez

"LTV salah satu produk regulasi, bergerak di sektor perbankan untuk rumah dan apartemen komersial. Jadi ini sangat berpengaruh," imbuhnya.

Eman, begitu ia karib disapa, mengatakan, dengan aturan pelonggaran LTV, tentunya membuat para developer atau pengembang bakal memiliki tambahan waktu guna memperoleh kestabilan bunga kredit konstruksi.

Kendati demikian, kata Eman lebih lanjut, 

LTV bukanlah satu-satunya obat mujarab bagi lesunya industri properti. Ia menjelaskan, pada dasarnya terdapat sejumlah faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan industri properti diantaranya yakni, perbankan, pertahanan dan perpajakan.

"Kami ada 5.200 anggota. Itu semua campur. Tidak hanya pengembang perumahan, tapi ada hotel, apartemen, pariwisata, dan lainnya. Yang mempengaruhi properti juga banyak, tidak hanya dari satu hal saja," pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) akan melonggarkan syarat uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) dengan membebaskan perbankan untuk memberikan besaran maksimum nilai kredit (Loan To Value/LTV) pembelian rumah pertama.

Dengan demikian, perbankan tidak terikat aturan pemberian besaran uang muka oleh nasabah. Perbankan bisa mensyaratkan pembayaran uang muka, termasuk kemungkinan uang muka nol persen.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image