Jaksa Agung: Penanganan Kasus Korupsi di KPK Beda dengan Kejagung

Yudi Permana

Image
Jaksa Agung Muhammad Prasetyo saat meyampaikan pidato di Jakarta, Selasa (3/07/2018). Perjanjian tersebut mengenai kerjasama pelaksanaan tugas dan fungsi antara Kejaksaan RI dengan Badan Penanggulangan terorisme. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Penanganan kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan berbeda dengan KPK, dalam hal ini terkait penahanan terhadap tersangka.

Setiap kasus yang ditangani KPK, seorang tersangka langsung ditahan. Sementara kasus korupsi yang diproses oleh Kejaksaan, seorang tersangka tidak langsung ditahan.

Menanggapi hal tersebut, Jaksa Agung HM Prasetyo, mengungkapkan bahwa KPK menjerat seorang tersangka dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang langsung menemukan alat bukti dan barang bukti.

baca juga:

Penangkapan Pengguna Narkoba di Babel, Polisi dan TNI Sempat Salah Paham

Inovasi Cerdas, Mobil Ini Disulap Jadi Warung Makan

Bak Jagoan Ngetril Motor di Jalan Raya, Begini Ujungnya

"Ini persoalannya beda, KPK itu OTT ya, yang langsung ada tersangka dan barang buktinya berapa, dan saksinya siapa. Kita kan menyelidiki sejak awal, kita kumpul bukti-buktinya," ungkapnya di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Kamis (12/7).

Salah satu contoh kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan dan tersangkanya tidak ditahan adalah terkait kasus Dana Pensiun (Dapen) Pertamina. Tersangka Betty Halim dan mantan Dirut Pertamina hingga saat ini belum ditahan.

Prasetyo berdalih, setiap orang yang ditetapkan sebagai tersangka, akan langsung mengajukan permohonan praperadilan. Bahkan ada yang melaporkan ke polisi atas penetapan tersangka tersebut.

"Nanti kita tetapkan tersangka pun sudah dituntut praperadilan. Bahkan ada ancaman Jaksa Agung mau dipolisikan, karena menangani kasus Dapen Pertamina. Silakan saja mau polisi kan sana," ujarnya. 

Seperti diketahui, setiap tersangka yang dijerat oleh KPK langsung dijebloskan ke Rutan cabang KPK. Hingga saat ini, belum ada tersangka yang tidak ditahan oleh penyidik lembaga anti rasuah itu. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image