Pelonggaran LTV Rangsang Developer Berkreasi, Properti Digadang Tumbuh 10 Persen

Rizal Mahmuddhin

Image
Warga beraktivitas di komplek perumahan baru bersubsidi di kawasan Jeruk Sawit, Gondang Rejo, Karanganyar, Selasa (30/1). Kementerian PUPR mencatat total capaian Program Satu Juta Rumah selama tahun 2017 mencapai 904.758 unit rumah dengan rincian hunian yang dibangun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 679.770 unit dan 224.988 unit untuk non MBR. | ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/ama/18.

AKURAT.CO, Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata menilai, kebijakan baru Bank Indonesia (BI) terkait pelonggaran syarat uang muka (Down Payment/DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bakal mendongkrak pertumbuhan industri properti.

"Ini adalah salah satu titik dimana properti bisa mulaipergerakannya positif. Kita sambut baik," ujarnya di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (12/7).

Menurutnya, dengan adanya aturan baru dari BI tersebut, bakal merangsang para pengusaha properti atau developer untuk mulai memikirkan dan merancang produk yang semakin menarik minat masyarakat dalam hal ini sebagai konsumen.

baca juga:

Pasca Sidak Dirjen PAS, Fasilitas Mewah Lapas Sukamiskin Sudah Dibersihkan

Reaktivasi Lelang SBI Tak Mendadak, Ini Hasilnya

Ucapkan Selamat Hari Anak Nasional, Unggahan Gus Mus Penuh Teka-Teki

"Mereka mulai berkreasi bagaimana produknya (properti yang ditawarkan) laku, karena pengembang harus kreatif, karena di sana ada ruang KPR rumah pertama tidak di atur," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kendati tren penjualan properti kerap tak tertebak, namun pihaknya optimistis bahwa satu tahun setelah kebijakan tersebut ketuk palu, maka nantinya penjualan properti bakal mengalami kenaikan sekitar 10 persen.

"(Kenaikan penjualan properti) Optimis 10 persen dalam setahun setelah kebijakan ini berjalan. Tapi kan industri properti engga. bisa ditebak, psikologis juga terpengaruh," pungkasnya.

Diketahui, BI akan melonggarkan syarat uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) dengan membebaskan perbankan untuk memberikan besaran maksimum nilai kredit (Loan To Value/LTV) pembelian rumah pertama.

Dengan demikian, perbankan tidak terikat aturan pemberian besaran uang muka oleh nasabah. Perbankan bisa mensyaratkan pembayaran uang muka, termasuk kemungkinan uang muka nol persen.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image