Bawa Makanan, Helikopter Polri di Papua Diberondong Tembakan

Yudi Permana

Image
Seorang tentara terus mengawasi dekat lokasi yang rusak akibat ledakan kembang api ketika helikopter melayang di kotamadya Tultepec, di pinggiran Kota Meksiko, Meksiko 5 Juli 2018. Kejadian tersebut menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai puluhan orang lainnya termasuk pekerja. | REUTERS/Daniel Becerril

AKURAT.CO, Baku tembak antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan anggota polisi kembali terjadi di Nduga, Papua.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Papua, AKBP Suryadi Diaz, mengungkapkan bahwa baku tembak berawal saat Helikopter Polri yang sedang membawa makanan tiba-tiba saja langsung ditembaki oleh KKB

"Pada tanggal 11 Juli 2018 sekira pukul 11.17 WIT, saat Helikopter Polri akan mengirimkan bahan makanan ke beberapa titik keberadaan personil polisi, terjadi penembakan terhadap anggota yang membawa makanan," ungkapnya dalam keterangan, Jakarta, Kamis (12/7).

baca juga:

Marquez Masih Menahan Kecepatannya

Gelar Kiper Terbaik Jatuh ke Tangan Thibaut Courtois

Mbappe Sabet Gelar Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2018

Dalam penembakan tersebut, menurut Suryadi, helikopter dalam keadaan selamat. Kemudian tidak berselang lama, di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) terjadi penembakan susulan terhadap helikopter, sehingga terjadi kontak senjata antara personil BKO Brimob dengan KKB

"Dikarenakan situasi tidak memungkinkan, Helikopter Polri kembali ke Pos Pol Nduga," ujarnya. 

Menjelang sore hari, Suryadi mengatakan, sekitar pukul 16.00 WIT, Helikopter mencoba kembali mengirimkan bahan makanan ke beberapa titik yang menjadi tempat keberadaan personil Brimob, ternyata KKB masih siap siaga untuk melakukan penembakan. 

"Dan terjadi penembakan kembali terhadap Helikopter, sehingga terjadi kontak tembak antara personil Brimob dengan Kelompok Kriminal bersenjata," katanya.

Berhubung situasi belum kondusif, maka Helikopter milik Polri langsung kembali ke Pos Pol Nduga dan tiba dalam keadaan selamat. Namun kontak tembak masih terjadi hingga pukul 17.00 WIT.

Suryadi menambahkan bahwa kasus penembakan yang terjadi Rabu kemarin, pihaknya memastikan tidak ada penembakan dari Helicopter kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), apalagi pengeboman.

Seperti diketahui, keberadaan Helikopter Polri di Kabupaten Nduga itu untuk membawa bahan makanan dan juga melakukan evakuasi terhadap korban penembakan personil Brimob yang terjadi pada 6 Juli 2018 lalu.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image