Kebijakan BI Soal Suku Bunga dan LTV Dinilai Tepat

Rizal Mahmuddhin

Image
Seminar Infobank “Prospek Bisnis Mortgage Setelah Relaksasi LTV: Bagaimana Developer dan Bank Mengambil Peluang?” di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis(12/7). | AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Pakar ekonomi Raden Pardede menilai, kombinasi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang melakukan pengetatan dan pelonggaran melalui kenaikan suku bunga BI 7-day Reverse Repo Rate serta kebijakan maksimum nilai kredit (Loan to Value/LTV) sudah sangat tepat dalam mengantisipasi fluktuasi global.

“Apa yang dilakukan bank Indonesia, saya kira sudah ke arah yang tepat. Langkah BI sudah tepat. Di satu sisi suku bunga naik untuk ngerem, di satu sisi melonggarkan. Simple-nya harga kenaikan nilai tukar saat ini sudah lebih bagus,” kata Raden Pardede
pada acara Seminar Infobank “Prospek Bisnis Mortgage Setelah Relaksasi LTV: Bagaimana Developer dan Bank Mengambil Peluang?” di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis(12/7).

Sebagaimana diketahui, setelah kenaikan suku bunga 50 basis poin (bps) nilai tukar Rupiah kembali menguat dikisaran Rp14.300 per dollar. Namun dirinya mengimbau kepada bank sentral agar tidak lengah dalam mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed.

baca juga:

Pemkot Bogor Perjuangkan Nasib Guru Honorer ke Kemenpan RB

Kisah Pasutri Penjual Narkoba, Buang Sabu ke Jalan dan Toilet

Tunangan dengan Hailey Baldwin, Justin Bieber Ternyata Masih Miliki Tato Wajah Selena Gomez

Tak hanya itu, BI juga melaksanakan kebijakan relaksasi maksimum nilai kredit atau Loan to Value (LTV) kredit pemilikan rumah (KPR). Dirinya menilai kebijakan tersebut dapat mendongkrak segmen properti namun dirinya mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk ikut mendukung kebijakan tersebut dengan policy yang positif.

“Saya hanya mengingatkan solusi permasalahan perumahan harus komprehensif. Persoalan rumah ini tidak hanya LTV saja ada masalah tanah lainnya yang menjadi problem. Oleh karena itu pemerintah harus terapkan kebijakan fiskal, gunanya fiskal policy supaya income naik,” imbuhnya.

Raden menyebut segmen properti masih sangat menarik dan diproyeksikan masih dapat tumbuh dan dikembangkan, sebab segmen tersebut memiliki multiplier effect terhadap perekonomian nasional maupun daerah.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image