Di Zona Bebas Ini, Produk Cina Dapat Dilabeli 'Made in Vietnam'

Anggi Dwifiani

Image
Ilustrasi - Hubungan Dagang Antar Negara | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO, Pemerintah Cina berharap banyak pada Guangxi, yang merupakan zona perdagangan bebas antara Cina dan Vietnam, untuk dapat melindungi ekonomi Cina dari kerugian akibat perang dagang berkepanjangan dengan Amerika Serikat.

Di wilayah Guangxi, eksportir Cina dapat merakit produk dan memberi label mereka sebagai "buatan Vietnam".

Zona ini telah menjadi rencana kerjasama sejak penandatanganan kedua negara tahun lalu, dapat menjadi pelindung manufaktur-manufaktur yang terkena tarif AS.

baca juga:

Angkatan Udara AS Rancang Pakaian Terbang Ala Iron Man

Jadikan Sulsel Sebagai Geopark Kelas Dunia, Indonesia Bercermin ke Cina

Emas Naik Tipis, Terdampak Friksi Perdagangan AS-Tiongkok

Dalam kesepakatan dengan Vietnam tersebut, Cina akan menginvestasi dan membangun infrastruktur untuk zona di sepanjang perbatasan, termasuk fasilitas yang dirancang untuk mempercepat bea cukai dan mendapatkan kargo yang melalui pos pemeriksaan lebih mudah. Fasilitas ini diharapkan dapat menjangkau 20 hingga 100 km persegi di kedua sisi perbatasan.

Dilansir dari Business Insider(12/7), Guangxi Jingxi Full Rich Investment adalah salah satu perusahaan Cina yang berinvestasi di zona ini.

Xiong Hongming, wakil presiden perusahaan tersebut yang didukung pemerintah Cina, mengatakan memiliki anggaran RMB3 miliar untuk zona Longbang-Tra Linh.

Xiong juga mengatakan bahwa salah satu fungsi dari zona itu adalah menawarkan kepada produsen peluang untuk 'menghindari besarnya tarif AS atas barang-barang Cina'.

Hal tersebut juga senada dengan pendapat Liu Kaiming, kepala Lembaga Pengamatan Kontemporer di Shenzhen, sebuah LSM yang memantau kondisi kerja produsen Cina. Menurutnya permintaan dari eksportir Cina untuk mencari semacam perlindungan terhadap kemarahan perdagangan Trump.

"Tapi masalahnya, apakah pemerintah Vietnam mengatakan ya (untuk tetap melanjutkan kerjasama)," katanya.

Bulan lalu, para demonstran Vietnam membakar kendaraan polisi, merusak gedung-gedung pemerintah dan membawa pabrik-pabrik milik orang Cina di seluruh Vietnam. Ini adalah sentimen anti-Cina terburuk sejak 2014, ketika para pekerja memprotes rencana pemerintah untuk membentuk tiga zona ekonomi khusus baru di mana investor akan dapat menyewa lahan hingga 99 tahun. Demonstran takut mereka akan didominasi oleh kepentingan Cina.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image