Sinergi Kementerian PUPR, SMF dan BTN Dongkrak Penyaluran FLPP

Rizal Mahmuddhin

Image
Seminar Infobank “Prospek Bisnis Mortgage Setelah Relaksasi LTV: Bagaimana Developer dan Bank Mengambil Peluang?” di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis(12/7). | AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal menggandeng PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dalam merealisasikan penyaluran pembiayaan perumahan rakyat.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan PUPR, Lana Winayanti  mengatakan, langkah tersebut merupakan upaya pihaknya dalam  menggenjot penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang saat ini realisasinya dinilai masih sangat rendah.

"(Realisasi) dikit, masih jauh itu (dari target)," ujarnya di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis(12/7).

baca juga:

Kementerian PUPR Serahkan DIM RUU SDA Kepada DPR

SMF Bekali Perbankan dengan SPO PMK Perumahan Syariah

Tak Melulu Bicara Infrastruktur, Menteri Basuki Motivasi Mahasiswa

Lana mengungkapkan, sejumlah kendala ditengarai menjadi penyebab lambatnya realisasi penyaluran FLPP, salah satu yakni terkait keterbatasan kemampuan dan belum memadainya infrastruktur yang dimiliki Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai penyalur program tersebut.

"Kendala pertama dari kesiapan bank sendiri. Jadi memang lebih banyak Bank Pembangunan Daerah yang ikut, tapi kemampuan BPD untuk menyalurkan KPR kan masih kurang, karena mereka harus bangun Infrastruktur untuk menyalurkan itu," jelasnya.

Tak pelak, melalui kerja sama dengan SMF ia pun berharap dapat meningkatkan penyaluran FLPP. Bahkan, Kementerian PUPR akan menambah penyaluran FLPP pada tahun 2018 setelah menggandeng perusahaan pembiayaan rumah ini.

Sebagaimana diketahui, target penyaluran FLPP pada tahun 2018 sebanyak 42.000 unit. Angka tersebut bakal dinaikkan menjadi 70.000 unit dengan bantuan SMF.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa dengan bekerja sama dengan SMF akan memangkas porsi pemerintah dalam skema FLPP. Jika sebelumnya, porsi pemerintah dalam FLPP mencapai 90 persen sementara 10 persen porsi dari Bank, maka nantinya porsi pemerintah direncanakan menjadi 75 persen.

Tak hanya SMF, kehadiran PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga akan mendorong kinerja FLPP. Sebab nantinya BTN Bakal melakukan pendampingan kepada BPD-BPD penyalur FLPP.

"Untuk itu kami juga meminta kepada BTN untuk bisa ikut mendampingi BPD-BPD dalam menyalurkan KPR  subsidi. Terus kami juga bekerja sama dengan SMF juga sudah menyusun misalnya, SOP untuk penyaluran KPR dan sebagainya, Ada program pemberdayaan BPD. Jadi memang upayanya harus agak besar untuk bisa BPD masuk ke dalam industri properti," papar Lana Kemudian.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image