Optimalkan Tol Laut Tekan Biaya Disparistas Pelni Gaet Pemprov Sulsel

Muh.Aliyafid

Image
Sejumlah KM Sabuk Nusantara dan KM Camara Nusantara yang menjadi angkutan lebaran dalam mudik sepeda motor gratis naik kapal laut bersandar di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/6). Pada program mudik gratis ke Semarang pulang pergi ini, PT Pelni (Persero) mengoperasionalkan enam kapal KM Sabuk Nusantara untuk mengangkut 2.502 pemudik dan tiga kapal KM Camara Nusantara untuk mengangkut 1.179 motor pemudik dengan cara konvoi. | ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama PT Pelni berusaha mengoptimalkan program nasional tol laut untuk menekan biaya disparitas proses distribusi produk ke daerah Indonesia Timur melalui Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

Direktur Utama PT Pelni, Insan Purwarisya I. Tobi telah menyampaikan kepada penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono tentang kapasitas kapal Pelni untuk tol laut masih cukup besar. Dia mengatakan ada beberapa perusahaan yang ingin mengirim barang ke wilayah Indonesia Timur serta ke wilayah terpencil-terisolir melalui program tol laut.

"Makassar ini menjadi salah satu port yang besar dan tinggi jumlahnya untuk barang-barang yang diangkut melalui tol laut," kata dia di Makassar, Kamis (12/7).

baca juga:

Bupati Sangihe Dorong BUMDes Memanfaatkan Akses Tol Laut

Pasca Insiden KM Lestari Maju, Pelni Siapkan Program Edukasi Khusus ABK

Pemkab Sangihe: Tol Laut Sebagai Penggerak Perekonomian Masyarakat

Menurutnya, dalam visi tol laut pemerintahan Jokowi-JK sebagai penekanan biaya disparitas, PT Pelni telah ditugaskan untuk menjaga konektivitas distribusi barang antar wilayah Indonesia Timur ke Barat, atau pun sebaliknya melalui good logging.

"Sehingga untuk pengiriman-pengiriman barang-barang yang bisa didistribusikan ke daerah-daerah timur dan berharap disparitas harga itu semakin kecil antar daerah barat dan timur. Itu yang kita kejar," tutur Insan.

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono pun telah memberikan beberapa masukan kepada PT Pelni untuk mengoptimalkan program tol laut tersebut.

"Pelni inikan disubsidi, jadi kalau kapasitasnya 40 persen katakanlah yang selama ini dianggap terutama barang. Padahal dalam mendukung tol laut utamanya kan barang dan arus komunikasi itu lancar," kata dia.

Menurutnya, muatan hasil produksi dari Makassar ke wilayah timur itu berlimpah, namun saat proses baliknya itu berkurang. Untuk itu, lanjut Soni, kehadiran PT Pelni dalam kunjungan kerjanya membicarakan seputar upaya yang akan dilakukan dalam mengoptimalkan program tol laut ini.

"Jadi itu saya perintahkan pada pimda yang dampingi saya, kita kordinasi ke Bappeda, serta instansi teknis untuk memetakkan kebutuhan, demand and supply," tukasnya. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image