Pasca Insiden KM Lestari Maju, Pelni Siapkan Program Edukasi Khusus ABK

Muh.Aliyafid

Image
Direktur Utama PT Pelni, Insan Insan Purwarisya I. Tobi didampingi penjabat gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono. | AKURAT.CO/Muh Aliyafid

AKURAT.CO, Peristiwa kandasnya KM Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan tentu menjadi perhatian secara nasional tanpa kecuali PT Pelni. Menilik insiden yang menewaskan puluhan nyawa tersebut, PT Pelni akan melakukan beberapa evaluasi.

"Kami membaca dari peristiwa itu, apa yang bisa kita perbaiki kita perbaiki, karena pelni sendiri setiap kejadian-kejadian terjadi di laut, itu ada tim yang membahas dan research learn bagi kami untuk meningkatkan knowledge dari para anak buah kapal (ABK),"kata Direktur Utama PT. Pelni, Insan Purwarisya I. Tobi, saat melakukan pertemuan dengan PJ Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono, di Makassar, Kamis (12/7).

Insan mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan program untuk memberikan edukasi kepada nahkoda dan awak kapal. Selain itu, PT Pelni juga menyiapkan sumbangan life jacket sebagai bentuk CSR terhadap pelayaran rakyat.

baca juga:

Terlibat Pencurian dan Keroyok Anggota TNI, Tiga Garong Diringkus Timsus Polda Sulsel

Optimalkan Tol Laut Tekan Biaya Disparistas Pelni Gaet Pemprov Sulsel

Kejanggalan Insiden Kandasnya KM Lestari Maju di Perairan Selayar

Menurutnya, terkait program CSR-nya, merupakan bentuk dari aktualisasi tanggung jawab moral yang dimiliki dalam membina dan mengembangkan pelayaran rakyat.

"Tapi kedepan mungkin juga, kita akan memberikan katakanlah edukasi bagaimana menjadi seorang nahkoda yang benar, bagaimana itu pelayaran yang benar," kata dia.

"Karena pelni ini adalah sebuah BUMN, maka kami menganggap bahwa, pelayaran rakyat itu perlu juga kami ikut membantu mengembangkan. Salah satunya, melalui program CSR," lanjutnya.

Sementara terkait kandasnya KM Lestari Maju, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan sejauh ini telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah Hendra Yuwono sebagai pemilik kapal, Agus Susanto selaku nahkoda kapal dan petugas Syahbandar berinisial KM.

Hendra ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga memperkerjakan awak kapal tanpa memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi. Sementara nahkoda kapal dan pihak Syahbandar Pelabuhan Bira ditetapkan sebagai tersangka akibat kelalaian dalam pelayaran yang menyebabkan korban jiwa.

"Ini nakhoda kan jelas perannya sebagai penanggung jawab, kalau syahbandar karena menerbitkan SPB," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Polisi Dicky Sondani beberapa waktu lalu. 

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image