Samawi NTB: HNW Baiknya Bertanya Dulu Sebelum Menilai

Deni Muhtarudin

Image
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid | AKURAT.CO/Dedi Ermansyah

AKURAT.CO, Sebagai muslim dan orang yang berilmu, seharusnya Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), bertanya terlebih dahulu sebelum menyampaikan penilaian.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Solidaritas Ulama Muda untuk Jokowi (Samawi) Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Haji Abussulhi, saat menanggapi pernyataan HNW yang menyebut para tokoh Samawi tidak memiliki tampang ulama.

"Sebagai Muslim, baiknya Pak HNW itu lebih banyak bertanya dulu, Samawi itu apa? Siapa tokoh-tokoh di dalamnya? Bertanya itu kan bagian dari ciri-ciri orang berilmu. Daripada tergesa-gesa menilai, yang akhirnya penilaiannya cenderung ke arah fitnah atau tuduhan yang tidak mendasar," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (12/7).

baca juga:

PBNU: Proses Pergantian Ma'ruf Amin Usai Ibadah Haji

Sandiaga Sebut Perubahan Harta Kekayaannya Sesuai Kurs

PAN Minta Andi Arief Buktikan Tuduhan Soal Mahar Rp500 M

Abussulhi mengatakan, pernyataan HNW yang juga seorang Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu justru menimbulkan kegelisahan baru di tengah umat. Menurutnya, HNW seolah-olah memberikan penilaian yang menyamaratakan bahwa tokoh-tokoh Samawi tidak memiliki tampang ulama.

"Samawi adalah wadah solidaritas Ulama, Kiai, Tuan Guru, Ustadz atau tokoh muda Islam yang di dalamnya terdiri dari orang-orang yang direkomendasi oleh Kiai atau tuan guru sepuh di masing-masing daerah wilayah," ujarnya.

Abussulhi menyebutkan, para ulama yang berada di dalam Samawi memiliki kesamaan 2 misi utama, yakni Pertama untuk memastikan Umara’ atau pemimpin harus berdampingan dengan ulama, karena dalam ajaran Islam, keduanya tidak boleh dipisahkan.

Kedua, menurut Abussulhi, apa yang dirasakan oleh umat bahwa Jokowi memiliki atensi yang besar kepada umat Islam, serta terbukti membangun kemaslahatan negeri. Bahkan di NTB sendiri, masyarakat merasakan betul dampak pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini baik dalam infrastruktur dan pelayanan publik.

"Haruslah disampaikan berita berita ini kepada masyarakat secara objektif. Karena berita fitnah dan hoaks kepada beliau (Jokowi) sangat luar biasa serangannya," kata Pembina Pondok Pesantren Nurul Ijtihad di Lombok Tengah, NTB, itu.

Terkait kepesertaan acara deklarasi, Abussulhi menegaskan bahwa deklarasi Samawi di Sentul beberapa waktu lalu itu memang tidak hanya dihadiri oleh ulama, tokoh muda atau pengurusnya saja, tapi para jamaahnya juga ikut hadir disana.

Kalaupun ada peserta yang masih muda sekali atau terbilang masih anak-anak, Abussulhi menambahkan, bisa jadi ada jamaah yang membawa anaknya.

"HNW belum tahu kan? Ada ratusan Kiai Sepuh yang datang, yang sebelum acara menggelar ramah tamah dengan Pak Presiden. Sekali lagi, jika HNW bertanya dulu kepada kami, mungkin penilaiannya tidak seperti itu, lah wong di dalamnya (Samawi) saya saksikan banyak ‘dzurriyat (anak-anak) Kiai Sepuh kok yang ikut, termasuk juga gus-gus dan ajengan muda," ungkapnya.

Seperti diketahui, sebelumnya HNW menyangsikan bahwa Samawi tersebut berisi para ulama muda. Hal itu HNW sampaikan setelah melihat video deklarasi dukungan Samawi kepada Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image