Cak Imin: Skenario PKB Tetap Jokowi-Cak Imin (JOIN)

Kosim Rahman

Image
Muhaimin Iskandar | AKURAT.CO/Deni Muhtarudin

AKURAT.CO, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengaku fokus kampanyekan Jokowi-Cak Imin (JOIN) pada Pilpres 2019 ketimbang memikirkan opsi lain dalam koalisi di Pemilu Presiden (Pilpres).

"Belum ada peluang, belum ada skenario lain, hanya ada satu skenario yang sedang kami kembangkan yaitu 'Join'," kata Muhaimin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/7).

Muhaimin juga mengatakan telah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Rabu (11/7), dimana adalam pertemuan tersebut ia mengaku telah berdiskusi berbagai hal di antaranya mengenai calon wakil presiden (cawapres).

baca juga:

Prancis Unggul Babak Pertama, Ruhut: Petanda Jokowi 2 Periode

Ucapan Jokowi Soal Cak Imin Dinilai Agar PKB Tetap Berkoalisi

NasDem Sepakat Siapapun Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Muhaimin menjelaskan kesimpulan diskusi tersebut adalah cawapres digodok dalam matrikulasi lalu dianalisis siapa yang tepat untuk kepentingan 2019-2024, siapa yang paling punya "chemistry" dan tentu saja kontribusi elektoral kepada Jokowi.

"Dalam konteks itu kita tunggu saja, itu memang proses yang harus dilalui, oleh karena itu kita tunggu dengan sabar sampai pada harinya Jokowi akan mengundang kami untuk mematangkan dan memastikan," jelasnya.

Lebih lanjut cak Imin mengatakan bahwa proses dan prospeknya masih menunggu, dan dirinya masih optimistis Jokowi akan memilih "Join" dalam kontestasi Pilpres 2019.

Sementara itu menurut dia, terkait kabar dirinya berkomunikasi dengan Golkar, itu dalam bingkai kesepakatan membangun pondasi koalisi yang produktif dan kondusif.

"Koalisi yang produktif dan kondusif bersama Jokowi," katanya.

Wakil Sekjen PKB Jazilul Fawaid mengatakan partainya tidak akan berpaling ke capres lain meski ketua umumnya, Muhaimin Iskandar tidak dipilih sebagai cawapres Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

Jazilul mengatakan, PKB tidak akan mencabut dukungannya terhadap Jokowi pada Pilpres 2019 karena PKB selama ini telah bersama-sama Jokowi selama 5 tahun dan akan dilanjutkan pada periode 5 tahun berikutnya.

"Tidak angkat kaki, tetap bersama Jokowi," katanya.

Namun Jazilul optimistis Muhaimin masuk dalam proyeksi pengerucutan 5 kandidat cawapres Jokowi saat ini, terutama setelah Wakil Ketua MPR itu telah bertemu dengan Jokowi di Istana Bogor.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image