Dekat Dengan Umat Islam, LSI Sebut Mahfud MD Cocok Cawapres Jokowi

Kosim Rahman

Image
Mahfud MD | Pakar Hukum

AKURAT.CO, Pengamat politik dan peneliti senior dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Deny JA, Toto Izul Fatah, mengatakan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dinilai memiliki kapasitas dan basis pemilih Islam yang luas jika dipilih sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Joko Widodo.

Menurut Toto Izul Fatah, anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila tersebut telah memiliki rekam jejak yang baik, hal itu terlihat ketika Mahkamah Konstitusi (MK) yang menunjukan kapasitas dan integritas sudah "oke". Mahfud juga dinilai, memiliki basis keagamaan yang kuat dan basis pemilih muslim yang luas di Indonesia.

"Tapi, popularitas Pak Mahfud masih harus dinaikkan. Pak Mahfud masih harus melakukan banyak pengenalan diri untuk naikkan popularitas. Popularitas ini terkait dengan elektabilitas," kata Toto Izul Fatah dalam keterangannya, Kamis (12/7).

baca juga:

MDI Yakin Koalisi PDIP-Golkar Jaminan Suksesnya Periode Kedua Jokowi

Ibu Negara: Pelaku UMKM Harus Tingkatkan Kreativitas

Ribuan SantriĀ  Sambut Kedatangan Peserta Long March Laskar Santri Cak Imin Cawapres 2019

Menurut Toto, elektabilitas Mahfud MD saat ini masih di bawah 50 persen dan harus dinaikkan. Direktur Citra Komunikasi LSI Deny JA ini juga mengingatkan, dalam politik nasional ada hukum besi yang harus dilalui para calon, yakni pemilih akan memilih berdasarkan faktor popularitas.

Pada kesempatan tersebut, Toto Izul Fatah juga mengingatkan, calon presiden (capres) Joko Widodo agar sangat berhati-hati dan mempertimbangkan semua aspek dalam memilih pasangan capres-cawapres.

"Paling tidak ada dua apsek, yakni dukungan partai politik mitra koalisi dan perkembagan situasi perekenomian nasional," ujarnya.

Pada aspek dukungan partai politik, lanjut dia, Joko Widodo saat ini didukung oleh lima partai politik dan tentunya setiap partai politik memiliki keinginan dan kepentingan yang harus dapat dibaca dan diharmonisasi oleh Joko Widodo.

Ia mengemukakan, pada aspek situasi perekonomian nasional, Joko Widodo sebagai capres petahana harus dapat menjaga stabilitas perekonomian nasional, salah satunya adalah fluktuasi nilai tukar rupiah yang saat ini sedang melemah.

Menurut peneliti senior LSI Denny JA ini, Joko Widodo memiliki elektabilitas paling tinggi di antara nama-nama yang disebut-sebut sebagai capres, tapi elektabilitasnya masih belum aman, sehingga perlu mempertimbangkan aspek lainnya. "Kalau elektabilitasnya sudah aman, maka dapat mengabaikan aspek-aspek lainnya," pungkasnya.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image