PKB Sebut NU Tidak Dukung Mahfud MD Maju Cawapres

Kosim Rahman

Image
Wakil Presiden RI ke-6 Tri Sutrisno, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Ketua Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif dan tokoh agama Kristen Romo Beni kunjungi Vihara | AKURAT.CO/Yohanes Antonius

AKURAT.CO, Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Reza menyebutkan anggota Badan Badan Pembinaan Ideologi Pancasil Mahfud MD dinyatakan tidak sesuai dengan keinginan arus bawah warga nahdliyin yang sedang digadang-gadang akan menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019.

"Saya berikan catatan kami tidak dalam posisi bisa mengkritik siapa calon yang akan dipilih Pak Joko Widodo, tetapi yang bisa saya katakan di NU ada yang namanya suara arus bawah," ujar Faisol Reza di Jakarta, Kamis (12/7)

lebih lanjut Faisol mengatakan, suara arus bawah Nahdlatul Ulama (NU) sangat menentukan berdasarkan pengalaman pemilihan presiden sebelumnya.

baca juga:

Banyak Dukungan, 3X3 Indonesia Diharapkan Mendunia

Mahfud MD Ajak Umat Islam Bersatu Tangkal Perpecahan di Indonesia

Ucapan Jokowi Soal Cak Imin Dinilai Agar PKB Tetap Berkoalisi

Menurutnya, PKB yang pernah mendukung pasangan Wiranto-Shalahuddin Wahid dalam Pilpres 2004, ucap Faisol, tetapi dukungan itu bertentangan dengan suara arus bawah yang mendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.

"Belajar dari sana, kami mengingatkan bahwa suara NU besar, suara PKB yang didukung NU itu besar, ada suara arus bawah. Itu yang harus didengarkan siapa," jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa suara arus bawah memunculkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan sebaiknya suara arus bawah itu tidak ditinggal agar PKB yang dirangkul tidak hanya kepalanya, sementara badannya tidak.

Komunikasi Jokowi dengan Muhaimin Iskandar disebutnya berjalan dengan baik dan menunjukkan gestur yang positif sehingga PKB yakin Muhaimin akan dipilih mendampingi Jokowi.

"Kami melihat gestur Jokowi cara komunikasi cocok dengan Cak Imin dan saya kira ini sudah memberi keyakinan pada kami Jokowi akan memilih Cak Imin," pungkasnya.

Pihaknya yakin Jokowi akan memilih yang terbaik sebagai pasangannya dalam Pilpres 2019 dan masih teguh bergabung dalam koalisi, untuk selanjutnya akan melihat pergerakan politik terlebih dulu.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image