Sindiran Fahri: Amerika Job, Job, Job, Diterjemahkan Salah Jadi Kerja, Kerja, Kerja

Siswanto

Image
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Rabu (2/5). | AKURAT.CO/Miftahul Munir

AKURAT.CO Politikus Fahri Hamzah kembali membuat heboh linimasa berkat sindirannya kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kali ini, dia membandingkan dengan Amerika Serikat.

"AMERIKA: JOB..JOB...JOB...!" kata Fahri Hamzah melalui akun Twitter @Fahrihamzah.

Artinya, ekonomi Amerika Serikat maju pesat dan pengangguran di negeri itu terendah sepanjang sejarah karena lapangan pekerjaan (job) melimpah.

baca juga:

Nilai Ekspor Papua Alami Penurunan

Banyak yang Bilang 'Miring' Soal Kesepakatan Freeport, Ini Respon Keras Jokowi

Netter: Jersey Kotak-kotak Kroasia Bawa Sial, Sudah Dimulai Sejak Ahok, Petahana Nyungsep

Kemudian Fahri Hamzah menyindir negeri ini dengan menerjemahkan kata job.

"Diterjemahkan salah: KERJA..KERJA..KERJA...!  (Ekonomi Indonesia stagnan dan bingung mau KERJA apa karena JOB tidak ada!)" kata Fahri Hamzah.

Data BPS

Badan Pusat Statistik menginformasikan bahwa angkatan kerja pada Februari 2017 sebanyak 131,55 juta orang, naik sebanyak 6,11 juta orang dibanding Agustus 2016 dan naik 3,88 juta orang dibanding Februari 2016. Namun demikian, penduduk bekerja di Indonesia pada Februari 2017 tercatat sebanyak 124,54 juta orang, atau naik sebanyak 6,13 juta orang dibanding keadaan Agustus 2016 dan naik sebanyak 3,89 juta orang dibanding Februari 2016.

Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka, menurut Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, pada Februari 2017 tercatat sebesar 5,33 persen, atau mengalami penurunan sebesar 0,28 persen poin dibanding Agustus 2016, dan turun sebesar 0,17 persen poin dibanding Februari 2016.

“Jumlah pengangguran sebanyak 7,01 juta orang atau mengalami penurunan sekitar 20 ribu orang dibanding semester lalu, dan berkurang sebanyak 10 ribu orang dibanding setahun yang lalu,” kata Kecuk Suhariyanto yang dikutip AKURAT.CO dari situs resmi Sekertariat Kabinet.

Menurut Kepala BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding di pedesaan. TPT di perkotaan tercatat sebesar 6,50 persen, sedangkan TPT di pedesaan tercatat 4,00 persen.

“Dibandingkan setahun yang lalu, terjadi penurunan tingkat pengangguran baik di perkotaan maupun di pedesaan. Di perkotaan TPT turun sebesar 0,03 persen, sedangkan di pedesaan TPT turun 0,35 persen,” kata Kecuk Suhariyanto.

Sektor Pertanian, Perdagangan, dan Jasa

Mengenai penduduk yang bekerja, Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengemukakan, bahwa berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Februari 2017, penduduk Indonesia paling banyak di sektor pertanian sebanyak 39,68 juta (31,86 persen), disusuk perdagangan sebanyak 29,11 juta (23,37 persen), dan jasa kemasyarakatan sebanyak 20,95 juta orang (16,82 persen).

Adapun status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai karyawan (38,08 persen), berusaha sendiri (17,55 persen), berusaha dibantu buruh (17,09 persen), dan pekerja keluarga (14,58 persen).

Menurut Kepala BPS, dalam setahun terakhir (Februari 2016-Februari 2017), persentase penduduk bekerja dengan status pekerja keluarga meningkat cukup tinggi dari 13,83 persen menjadi 14,58 persen.

“Peningkatan juga terjadi pada status berusaha sendiri dan berusaha dibantu buruh tetap, yaitu masing-masing sebesar 0,65 persen dan 0,23 persen,” kata K. Suhariyanto. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image