TGB Siap Jadi Timses Jokowi, Rustam: Bisa Redam Serangan Isu SARA ke Jokowi

Siswanto

Image
Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi | TWITTER/@tgbID

AKURAT.CO Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial Rustam Ibrahim mengapresiasi kesediaan Gubernur Nusa Tenggara Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi menjadi tim sukses Joko Widodo di pemilu presiden 2019.

"Ternyata Tuan Guru Bajang @TGBMZainulMajd ulama dan gubernur NTB bukan hanya dukung Jokowi dua periode, juga bersedia jadi bagian tim sukses. Jika doktor ahli tafsir dan hapal Al Quran ini masuk tentu bisa banyak membantu meredam jika isu-isu SARA dan ujaran kebencian digunakan terhadap Jokowi," kata Rustam Ibrahim melalui akun Twitter @RustamIbrahim.

Pernyataan Muhammad Zainul Majdi siap menjadi tim sukses Jokowi disampaikan ketika berkunjung ke Kompas, kemarin.

baca juga:

Dijodoh-jodohkan dengan Jokowi, Susi Bereaksi Pakai Emoticon Ketawa sampai Nangis

Cuitan Fahri Soal #Dosa2Jokowi: Ada yang Bilang Berbahaya, Ada yang Memujinya

Terharu Lihat Presiden Jokowi yang Punya Semangat Melayani, Bukan Dilayani

Dikutip AKURAT.CO dari laman Kompas TV, Muhammad Zainul Majdi menjelaskan bersedia untuk menjadi tim sukses dan menjelaskan program dan visi pemerintahan Jokowi. Dia juga menyerahkan kepada Partai Demokrat terkait dengan kemungkinan sanksi atas pilihan politiknya. Belakangan ini, nama Muhammad Zainul Majdi juga disebut-sebut masuk bursa calon wakil presiden untuk mendampingi Jokowi.

Keputusan Muhammad Zainul Majdi menjadi pendukung Jokowi menjadi polemik beberapa waktu yang lalu. Keputusannya dinilai mendahului sikap Partai Demokrat yang saat ini sedang menggodok strategi dan tokoh yang akan diusung ke pemilihan presiden. Sempat beredar dia akan diberi sanksi, tetapi belakangan ternyata itu hanya isu. 

Yakin diterima koalisi

Komnitas pendukung yang menamakan diri Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia  meyakini sosok Muhammad Zainul Majdi dapat diterima seluruh partai koalisi menjadi calon wakil presiden.

"Saya rasa atas beberapa fakto, partai koalisi pendukung Presiden Jokowi akan bisa menerima figur TGB sebagai cawapres," ujar Sekjen Renas 212 JPRI Adnan Rarasina yang dikutip AKURAT.CO dari Antara.

Adnan mengatakan faktor yang membuat Muhammad Zainul Majdi bisa diterima seluruh partai koalisi pendukung Jokowi, yakni meskipun saat ini masih menjabat sebagai anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, bagi publik namanya sama sekali tidak terasosiasi ke partainya.

Menurut Adnan publik lebih mengenal Muhammad Zainul Majdi sebagai seorang gubernur muda yang sukses memimpin daerahnya sejak umur 36 tahun serta sebagai seorang umara atau pemimpin yang juga sekaligus ulama hafiz Quran.

"Pemikiran-pemikiran TGB tentang keislaman dan keindonesiaan mengakar kuat karena latar belakang kakeknya adalah pahlawan nasional sekaligus pendiri Nahdlatul Wathon (NW), sebuah ormas yang mirip NU di Jawa yang nasionalis religius," kata dia.

Adnan memandang presepsi publik tentang Muhammad Zainul Majdi adalah seorang tokoh Islam yang ramah yang saat ini dibutuhkan karena menguatnya politik identitas belakangan ini.

"Jika berpasangan dengan Jokowi maka akan lahir perpaduan figur nasionalis dan Islam yang menjadi sebuah kesepakatan berbangsa sejak republik ini berdiri," katanya.

Adnan mengatakan saat ini koalisi pendukung Presiden Jokowi membutuhkan seorang tokoh Islam yang bisa memberi efek elektoral bagi Jokowi terutama dari kelompok Islam.

"Dalam konteks itu sosok TGB mudah diterima koalisi apalagi TGB lebih dianggap sebagai figur independen bukan dari parpol. Sebetulnya figur nonpartai dibutuhkan untuk mengikat koalisi dan menghindari konflik karena masing-masing partai mengajukan cawapres sendiri-sendiri," ujar dia. Renas 212 JPRI sendiri, kata Adnan, telah mengusulkan empat nama tokoh yang dianggap layak menjadi cawapres Jokowi, yakni TGB, Mahfud MD, Budi Gunawan selaku Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia serta satu tokoh militer yaitu mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko. "Empat sosok ini siapa pun yang dipilih akan punya efek elektoral kuat bagi Presiden Jokowi," kata dia. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image