Keputusan Ahok Tolak Bebas Bersyarat Bijaksana Saat Tensi Politik Kian Meninggi

Siswanto

Image
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) | AKURAT.CO/Arief Munandar

AKURAT.CO Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial Rustam Ibrahim menyebut keputusan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak mau mengajukan pembebasan bersyarat bulan Agustus sebagai keputusan bijaksana.

‏"Keputusan Ahok menolak bebas bersyarat sangat bijakasana," kata Rustam Ibrahim yang memakai akun @RustamIbrahim.

Melalui adiknya, Fifi Lety Indra, mengatakan Ahok mengatakan ingin menjalani hukuman sebagai narapidana kasus penodaan agama sampai tuntas.

baca juga:

Pertanyakan Bahasa Cina di Toilet Bandara, Rustam: Ya Allah, Pak Ustadz Tengku Zulkarnain

Menkumham Yasonna Diminta Mundur, Rustam: Agar Tak Turunkan Citra dan Elektabilitas PDIP

Dahnil Minta Kamar Tahanan Mako Brimob Diliput Media, Ahokers Tersinggung

"Jika keluarnya nanti April 2019, dia benar-benar melaksanakan tuntas 100 persen hukumannya. Tidak ada yang tersisa. Jika keluar Agustus pasti akan dibuat heboh pro-kontra dan dikomporin media. Padahal tensi perpolitikan makin meninggi," kata Rustam Ibrahim.

Rustam menilai  Ahok membantu menghindarkan kehebohan politik yang akan dimunculkan jika mengajukan pembebasan bersyarat.

Aktivis media sosial yang memakai akun @Takviri memakai tagar #AhokGila.

"Baru kali ini ada narapidana yang tolak pembebasan bersyarat.  Saya percaya Ahok mempertimbangkan stabilitas politik nasional. Beliau nggak mau pembebasannya dipolitisir lawannya Jokowi," kata dia.

Muhammad AS Hikam yang memakai akun @mashikam juga mengatakan sikap Ahok untuk mengindari polemik di tahun politik.

"Ahok tolak bebas bersyarat (BB) dan ingin bebas murni  (BM) untuk "menghindari POLEMIK." Memang lagi musim "nyinyir kepolen" (NYIKEP)!" kata dia. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image