Eva: Kuasai Saham Freeport di Bawah Kepemimpinan Si Kurus Bernyali Raksasa Jokowi

Siswanto

Image
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) berdialog dengan para praktisi di bidang kopi dalam acara "Ngopi Sore Bersama Presiden" di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/10). | ANTARA

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia lewat PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero) resmi memiliki 51 persen saham PT. Freeport Indonesia. Kesepakatan awal berwujud head of agreement sudah ditandatangani bersama dengan Freeport dan Rio Tinto. 

Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengapresiasi pencapaian pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dia punya sebutan tersendiri buat Jokowi dan pembantu-pembantunya di kabinet untuk menguasai saham mayoritas  Freeport Indonesia.

‏"Divestasi Freeport, girl’s power deh, 3 cewek Sarinah dan 1 cowok keras kepala cak Jonan menjalankan perintah UU Minerba di bawah kepemimpinan si kurus bernyali raksasa, tatag-teteg-tutug ?@jokowi?," kata Eva Kusuma Sundari melalui Twitter.

baca juga:

Pemerintah Nilai Bisnis Waralaba Sangat Menjanjikan

Soroti Pengembangan Daya Saing SDM, Jokowi Singgung Potensi Pesantren

Kesenjangan dan Kemiskinan Masih Jadi 'PR Besar' Pemerintah

Eva Kusuma Sundari juga mengunggah sebuah foto bersama pimpinan Freeport Indonesia.

"Horeeeee, alhamdulillahhhh. Setapak demi setapak kita kuati kedaulatan RI. Selamat kepada Pemerintah dan, Bismillah .... kita lanjutkan menata perekonomian nasional Berdikari," kata dia.

Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial Rustam Ibrahim juga mengapresiasi. Di zaman Jokowi, kata dia, Indonesia yang tadinya hanya memiliki saham 9,36 persen kini mendapatkan 51 persen.

"51 tahun lamanya perusahaan tambang AS PT Freeport mengeruk tembaga, emas, perak dari bumi Papua. Indonesia hanya punya saham 9.36 persen. Baru era Jokowi Indonesia jadi pemilik mayoritas saham perusahaan tersebut. Ini adalah wujud nasionalisme dalam praktik, bukan nasionalisme omong kosong," kata dia.

Dengan diambil-alihnya 51 persen saham Freeport, kata dia, pupus sudah bahan lawan politik yang suka menyebut Jokowi anti asing.

"Jokowi membuktikan dirinya sebagai nasionalis sejati. Nasionalis dalam tindakan, nasionalis dalam praktik, bukan nasionalisme dalam omong kosong," katanya.

Sementara politikus Partai Demokrat Andi Arief mengatakan ini baru kesepakatan jual saham ke Indonesia 51 persen.

"Indonesia membeli saham di negeri sendiri. Bukan ambil alih ala nasionalisasi. Sepanjang uangnya ada bisa dilakukan. Skema bisnis biasa, Jangan norak," kata dia.

Menurut dia kalau memang revolusioner seharusnya jangan memperpanjang kontrak Freport di Indonesia.

"Kalau revolusioner itu ya jangan diperpanjang kontrak Freeport. Itu baru kemandirian bangsa sejati," katanya. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
1 komentar
Image
Anty Husnawati

hahahhahha lagi dan lagi Jokowilah yang nyataaa

terkini

Image
Image
Image