Program Oke-oce Diiklankan di Televisi, Dari Mana Biayanya?

Yohanes Antonius

Image
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno | AKURAT.CO/Yohanes Antonius

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno tak ingin menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta untuk membiayai pemasangan iklan Ok -Oce. Saat ini Program andalan Pemprov DKI ini sudah diiklankan di beberapa stasiun televisi swasta.

Sandiaga mengatakan alasannya tidak menggunakan ABPD untuk biaya iklan Ok-Oce karena yang lebih banyak merasakan manfaatnyaa dari program tersebut adalah dunia usaha. Iklan Oke-Oce kata dia dibuat berdasarkan pendekatan Public Private Partnership (PPP) dan tidak membebankan biaya kepada APBD DKI Jakarta.

"Sekarang di DKI sudah ada 41.000 para pelaku usaha. Jadi pendekatannya itu PPP, kita ingin mengundang para perusahaan-perusahaan baik yang di lingkungan Pemprov DKI maupun juga perusahaan swasta yang lain untuk berpartisipasi," kata Sandiaga Jumat (13/7) di Jakarta.

baca juga:

Upaya Hilangkan Bau Tak Sedap di Kali Item, Ini Cara yang Digunakan Anies-Sandi

Anies: Kita Harap Bukan Hanya Kampungnya Indah, tapi Juga Warganya Ramah

Keputusan Ahok Soal Water Way Marunda Diapresiasi Sandiaga

Pemasangan Iklan Oke-Oce di Televisi kata dia dicoba selama dua pekan. Apabila efektif maka testimoni Iklan Oke-Oce ini bakal diperpanjang untuk beberapa waktu ke depan.

Dengan pemasangan iklan tersebut Sandiaga berharap semakin banyak perusahaan swasta yang melirik Oke-Oce untuk bergabung. Dia mengklaim program Oke-Oce ini adalah gerakan untuk menciptakan lapangan pekerjaan di Ibu kota.

"Kalau nggak salah selama 14 hari kita akan tes bagaimana efektifitasnya kalau misalnya baik kita akan melanjutkan. Kami update kembali setelah hasil tesnya itu selesai. Harapannya kedepan lebih banyak perusahaan swasta justru yang melihat bahwa pelatihan Ok-Oce," tutupnya. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image