Pelonggaran DP KPR Untungkan Berbagai Segmen Debitur

Rizal Mahmuddhin

Image
Suasana proyek pembangunan perumahan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (2/1).Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan pagu anggaran Rp9,633 triliun untuk pembangunan rumah dalam rangka merealisasikan program satu juta rumah pada 2018 mendatang. | ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/Spt/18.

AKURAT.CO, Direktur Konsumer Bank Rakyat Indonesia (BRI) Handayani menilai, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang telah memberikan kelonggaran besaran uang muka atau down payment (DP) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke perbankan, dapat berdampak positif kepada berbagai segmen debitur. Baik untuk pembeli rumah pertama maupun pembeli rumah dengan tujuan investasi.

“Bedasarkan statistik internal, selama ini mungkin banyak investor yang memilik masuk ke instrumen keuangan lainnya karena dulu tidak ada FK (fasilitas kredit), sampai dengan FK 5,  ini diharapkan akan membuat mereka masuk kembali ke investasi rumah,” katanya di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis(12/7).

Ia menjelaskan, dengan terbitnya aturan baru dari BI tersebut, maka para pembeli rumah pertama akan memperoleh keuntungan karena mereka akan mendapatkan fasilitas pembiayaan perumahan dengan DP yang lebih ringan.

baca juga:

Kasus Suap PLTU Riau 1, KPK Geledah Kantor PJB Indonesia Power

Indonesia Terpilih Sebagai Pilot Project Program Data Biometrik Jamaah Calon Haji

Geram Pelajar Tawuran Bima Arya: Kira-kira Rasanya Apa Kalau Ini Saya Babat Ke Leher Kalian?

“Pembeli (rumah) pertama biasanya punya masalah dengan kemampuan membayar DP, sekarang dapat dibebaskan DP,” kata dia.

Sementara itu,  pelonggaran DP juga akan membuat para calon pembeli rumah yang bertujuan untuk investasi dapat mendapatkan fasilitas pembiayaan dan harga yang lebih murah. Menurut Handayani, selama ini orang tak berminat berinvestasi karena pembayaran dilakukan langsung kepada pengembang dengan harga yang lebih tinggi.

Sebelumnya, kebijakan BI ini dikhawatirkan hanya akan menguntungkan debitur investasi saja. Sebab mereka telah memiliki track record pembayaran cicilan yang lebih memadai dibandingkan para calon pembeli rumah pertama.

Handayani menuturkan, hingga saat ini  debitur KPR rumah pertama berjumlah sekitar 70 persen dari total portofolio yang ada, sedangkan debitur investor rumah menempati sisanya. Dengan adanya relaksasi ini dia mengharapkan portofolio KPR investasi dapat tumbuh lebih cepat.[]

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image