KLHK Minta Freeport Perhatikan Limbah Retailing

Aji Nurmansyah

Image
Area Freeport |

AKURAT.CO, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dengan adanya kesepakatan dan Penandatanganan pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham antara Holding Industri Pertambangan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau INALUM, Freeport McMoran Inc. (FCX) dan Rio Tinto.

Nantinya kepemilikan saham Pemerintah melalui INALUM di PTFI setelah penjualan saham. Maka Indonesia akan memiliki saham mayoritas,  menjadi sebesar 51% dari semula hanya 9,36%.
Menteri LHK, Siti Nurbaya yang hadir dalam acara penandatanganan tersebut menyatakan bahwa PTFI merupakan pengelola tambang terbesar di dunia. Menteri Siti percaya bahwa PTFI akan mampu menjaga keberlanjutan penanganan lingkungan terdampak.
Sejak bulan September tahun 2017, KLHK telah mengikuti perkembangan masalah penanganan lingkungan di PTFI, dan secara bersama-sama dengan pihak terkait telah mengambil langkah-langkah perbaikan dalam penanganan lingkungan.
"Jadi, kita akan mendorong terus PTFI apalagi sudah INALUM di dalamnya untuk pengembangan lingkungan yang lebih baik dan untuk keberlanjutannya," ujar Menteri Siti di Jakarta (13/7)
Salah satu hal yang krusial menurut Menteri Siti adalah masalah pengendalian limbah tailing. Menurutnya, dengan berbagai kebijakan yang didampingi oleh pemerintah, ditambah juga PTFI memiliki teknologi, pengalaman, best practices berkelas dunia, diharapkan dapat menangani limbah dan memanfaatkan tailing menjadi bahan baku industri.
Semenentara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menegaskan bahwa untuk perpanjangan izin 2 kali 10 tahun hingga tahun 2041. Harus ada rekomendasi tertulis dari Menteri LHK sebagaimana disyaratkan di Undang-undang Pertambangan Mineral dan Batubara. 
“Perpanjangan itu bisa diberikan dengan rekomendasi atau tidak ada masalah yang serius untuk masalah lingkungan hidup ini”, pungkas Jonan.[]

baca juga:

Diduga Tercemar Limbah Pabrik, Puluhan Ikan di Sungai Ini Mati

Kopi Berpotensi Jadi Produk Unggulan Perhutanan

KLHK Unggulkan Produk Perhutanan Sosial di Sumatera Barat

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image