Siang Ini, Jokowi Mau Naik LRT Palembang yang Dicurigai Prabowo Ada Mark Up

Siswanto

Image
Trainset LRT Palembang yang akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada bulan Juli 2018 | AKURAT.CO/Niecko Resti

AKURAT.CO Hari ini, Presiden Joko Widodo ke Provinsi Sumatra Selatan dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Tiba di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, pukul 08.50 WIB, Presiden kemudian melanjutkan perjalanan menuju Benteng Kuto Besak untuk melakukan agenda pertama, penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat.

Siang harinya, setelah menunaikan ibadah salat Jumat dan santap siang bersama, Presiden akan meninjau light rapid transit  Sumatera Selatan. Presiden dan Ibu Iriana Jokowi akan menumpangi LRT dari Stasiun Palembang Icon menuju Stasiun Jakabaring.

baca juga:

Permintaan Bakal Tinggi, INKA Siap Tingkatkan Produksi LRT

Proyek LRT Indonesia Akan Dipamerkan di Pertemuan IMF-Bank Dunia

Proyek LRT Medan Bakal Sampai Danau Toba Diminati Investor Korsel dan China

Pada sore harinya, Presiden diagendakan meninjau program Padat Karya Tunai Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berupa TPT pengecoran jalan, kamar mandi, dan Posyandu.

Setelah itu Presiden akan menuju hotel untuk bermalam dan melanjutkan kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi Sumatra Selatan, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Staf Khusus Presiden Ruhaini, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono. 

Sebelumnya, dalam pidato di Palembang, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mencurigai anggaran pembangunan LRT Palembang yang mencapai Rp12,5 triliun dengan panjang 24 kilometer.

Menurut informasi yang dia dapat dari Anies Baswedan, riset indeks pembangunan LRT di dunia menyebutkan biaya pembangunan LRT 8 juta dollar AS per kilometer. Tetapi di negeri ini nilainya lebih besar.

“Jadi pikirkan saja berapa mark up yang dilakukan pemerintah untuk satu kilometernya. Jika delapan juta dollar AS itu saja bisa mendapatkan untung, apalagi 40 juta dollar AS? Karena saya mengerti hal ini banyak yang membenci saya,” kata Prabowo Subianto. []

terkait

Image
Image
Image
Image
Image
Image

komentar

Image
0 komentar

terkini

Image
Image
Image