Presiden Iran Usut Penyebab Gedung Proyek Pemerintah Roboh Saat Gempa

Safaraz

Image
Presiden Iran Hassan Rouhani | BBC

AKURAT.CO, Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji mengusut para pelaku yang bertanggung jawab atas robohnya gedung proyek pemerintah saat gempa bumi 7,3 Skala Richter (SR) pada Minggu (12/11).

Dia mengatakan gedung proyek pemerintah itu roboh saat gedung milik swasta tetap berdiri kokoh. Saat dia berbicara di lokasi bencana, kota Sarpol-e Zahab, dia menunjuk dua gedung, satu gedung roboh dan satu gedung masih kokoh berdiri. Gedung yang roboh adalah bagian dari proyek pemerintah.

Lebih dari 400 orang tewas dan hampir 8.000 orang terluka akibat gempa tersebut. Meski laporan awal dari kantor berita Irna menyebutkan ada 530 orang tewas, korban tewas telah direvisi menjadi 432 orang.

baca juga:

Presiden Mesir Tekankan pada AS Soal Dukungannya pada Palestina

Temuan Uang Sejumlah Rp404 Miliar Diduga Masih Terkait dengan Najib Razak

Bandara Militer di Wilayah Suriah Timur Jadi Sasaran Agresi Rudal

Pemerintah berupaya mengirimkan bantuan ke provinsi Kermanshah di barat Iran, tempat ratusan rumah hancur dan warga terpaksa tidur di luar ruangan dalam suhu mendekati nol derajat Celsius. Rouhani mengunjungi daerah bencana pada Selasa (14/11) yang merupakan hari berkabung nasional untuk mengenang para korban gempa. Saat kunjungan itu dia berpidato dan disiarkan langsung di televisi.

Dia menjelaskan, pemerintah akan memberikan bantuan uang tunai pada warga yang rumahnya hancur. Dia pun berjanji mengusut para pelaku yang dianggap melakukan pembangunan gedung di bawah standar keamanan. “Siapa yang harus disalahkan?” kata dia, dikutip BBC, Rabu (15/11).

“Ini masalah yang harus kita ketahui. Kita harus menemukan para pelaku dan orang yang menunggu kita menangkap para pelaku. Kami akan melakukan itu,” tegas Rouhani.

Foto yang beredar di media social menunjukkan satu gedung swasta tidak roboh dan satu gedung milik proyek Mehr roboh. Mehr merupakan proyek mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad untuk membangun dua juta unit rumah bagi warga berpenghasilan rendah.[]

terkait

Image
Image
Image

terkini

Image
Image
Image